TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkembangan investasi di Indonesia kian pesat, baik di kalangan investor pemula maupun profesional. Namun, tidak sedikit masyarakat yang belum memahami infrastruktur besar di balik aktivitas jual beli saham dan surat berharga lainnya.
Padahal, bursa efek merupakan komponen utama yang menjaga kelancaran transaksi efek sekaligus memastikan pasar modal berjalan secara tertib, transparan, dan efisien.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut penjelasan mengenai pengertian bursa efek, jenis pasar di dalamnya, serta instrumen yang diperdagangkan.
Apa Itu Bursa Efek?
Secara sederhana, bursa efek adalah lembaga yang menyediakan sistem, sarana, dan aturan agar penjual (emiten) dan pembeli (investor) dapat melakukan transaksi efek secara aman dan teratur.
Instrumen yang diperdagangkan di bursa tidak hanya saham, tetapi juga obligasi, sukuk, derivatif, serta berbagai instrumen pasar modal lainnya.
Di Indonesia, kegiatan bursa efek diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX), yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjamin keadilan, transparansi, dan perlindungan investor.
Jenis Pasar Saham di Bursa Efek
Transaksi saham di BEI dilakukan melalui beberapa jenis pasar dengan mekanisme yang berbeda-beda.
1. Pasar Reguler
Pasar reguler merupakan pasar dengan volume transaksi terbesar. Perdagangan dilakukan melalui sistem lelang berkesinambungan menggunakan Jakarta Automated Trading System (JATS).
Order beli dan jual dipertemukan otomatis berdasarkan harga dan waktu. Penyelesaian transaksi dilakukan T+2, atau dua hari kerja setelah transaksi. Minimal pembelian di pasar ini adalah satu lot (100 lembar saham).
2. Pasar Negosiasi
Pada pasar negosiasi, harga dan jumlah saham ditentukan melalui kesepakatan langsung antar pihak.
Proses tawar-menawar dilakukan secara individual, baik antar anggota bursa maupun antara investor dengan anggota bursa. Setelah kesepakatan tercapai, transaksi tetap dicatat dalam sistem perdagangan BEI untuk penyelesaian.
3. Pasar Tunai
Pasar tunai memiliki mekanisme serupa dengan pasar reguler, namun penyelesaian transaksi dilakukan pada hari yang sama (T+0).
Pasar ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban tertentu, misalnya akibat kegagalan penyelesaian transaksi di pasar reguler.
Jenis Instrumen di Bursa Efek
Bursa efek menyediakan beragam instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko investor.
1. Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Keuntungan investor berasal dari dividen dan capital gain. Namun, saham juga memiliki risiko tinggi karena harga dapat berfluktuasi secara cepat.
2. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah. Investor akan memperoleh kupon atau bunga secara berkala hingga jatuh tempo. Instrumen ini relatif lebih stabil dibanding saham.
3. Reksadana
Reksadana cocok bagi investor yang ingin berinvestasi secara praktis. Dana dikelola oleh manajer investasi dan dialokasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Dengan reksadana, investor pemula dapat mulai berinvestasi tanpa harus mengelola portofolio sendiri.
Demikian penjelasan mengenai bursa efek, mulai dari pengertian, jenis pasar, hingga instrumen yang diperdagangkan. Pemahaman dasar ini penting agar masyarakat dapat berinvestasi secara lebih bijak dan terencana.***











