TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Meningkatnya tren olahraga komunitas dan gaya hidup aktif membuat usaha mini soccer semakin dilirik sebagai peluang usaha yang sangat potensial.
Lapangan yang disewakan per jam mampu menghasilkan arus kas harian yang stabil, terutama pada sore hingga malam hari.
Namun, sebelum memulai bisnis ini, kamu perlu memahami ukuran lapangan, estimasi biaya pembangunan, hingga perhitungan keuntungannya secara matang.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut cara mengetahui berapa ukuran lapangan, estimasi pembangunan, dan keuntungan membuat bisnis mini soccer.
Berapa Ukuran Lapangan Mini Soccer?
Menentukan ukuran lapangan mini soccer adalah langkah awal yang sangat penting karena akan memengaruhi kebutuhan lahan sekaligus total anggaran pembangunan.
Untuk ukuran lapangan mini soccer, umumnya sering menggunakan acuan ukuran lapangan futsal menurut standar resmi dari FIFA, yaitu:
Panjang: 38–42 meter.
Lebar: 18–25 meter.
Selain dimensi utama, kamu juga perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:
Ukuran gawang: 3 × 2 meter.
Garis lapangan: lebar 8 cm.
Area penalti: 6 meter dari gawang.
Standar ini membantu menciptakan permainan yang aman dan profesional sehingga lebih diminati penyewa.
Rincian Anggaran Biaya (RAB) Usaha Lapangan Mini Soccer
Anggaran biaya ini biasanya dibagi menjadi dua komponen utama, yaitu modal awal dan biaya operasional bulanan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Estimasi Modal Awal
Di bawah ini adalah estimasi rincian modal awal yang mencakup pembangunan fisik lapangan hingga fasilitas pendukung
2. Estimasi Biaya Operasional
Setelah lapangan siap, kamu tetap perlu menyiapkan biaya rutin setiap bulan. Adapun biaya operasionalnya sebagai berikut:
Gaji karyawan: Rp5.000.000 – Rp10.000.000
Listrik & perawatan: Rp2.000.000 – Rp5.000.000
Strategi pemasaran online: Rp1.000.000 – Rp3.000.000
Total operasional: Rp8.000.000 – Rp18.000.000/bulan.
Rincian biaya di atas merupakan estimasi dan dapat berbeda tergantung lokasi, luas lahan, spesifikasi material, serta harga jasa kontraktor di masing-masing daerah. Jadi, pastikan kamu menyesuaikan perhitungan dengan kebutuhan dan anggaran usaha yang dimiliki.
Besarnya modal awal sering kali menjadi tantangan utama saat ingin memulai. Namun, jika modal awal pembangunan lapangan mini soccer masih terasa berat, kamu tidak perlu menunda rencana usaha.
Analisis Keuntungan Usaha Mini Soccer
Bisnis mini soccer termasuk usaha yang menarik karena menggunakan sistem sewa per jam.
Artinya, setiap jam lapangan kosong adalah peluang pendapatan, sedangkan saat tingkat penyewaan tinggi, pemasukan bisa terkumpul secara konsisten setiap hari.
Apalagi jika lokasi berada di area strategis dan dekat permukiman atau sekolah, permintaan biasanya cukup stabil, terutama pada sore hingga malam hari.
Untuk memberi gambaran, berikut simulasi sederhananya:
Tarif sewa: Rp300.000 per jam.
Rata-rata pemakaian: 6 jam per hari.
Pendapatan harian: Rp1.800.000.
Pendapatan bulanan: Rp54.000.000.
Setelah dikurangi estimasi biaya operasional sekitar Rp15 juta per bulan, keuntungan bersih yang bisa diperoleh mencapai kurang lebih Rp39 juta per bulan.
Dengan angka tersebut, modal awal berpeluang kembali dalam waktu sekitar 1–2 tahun, tergantung besarnya modal dan tingkat okupansi lapangan.*
Editor : Krisna Widi Aria











