LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Sejumlah harga bahan pokok di pasar Kabupaten Lebak mengalami lonjakan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas minyak goreng yang harganya merangkak naik di sejumlah pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga minyak goreng curah naik dari sebelumnya Rp16.000 per liter menjadi Rp17.577 per liter. Minyak goreng merek MinyaKita juga mengalami kenaikan dari Rp17.654 per liter menjadi Rp17.808 per liter, sementara minyak goreng premium kini menembus Rp20.000 per liter dari semula Rp18.000 per liter.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya keterbatasan pasokan di tingkat produsen dan distributor.
“Jadi artinya, permintaan banyak dari si pengecer tapi dari produsen mungkin kirimannya ini masih belum maksimal sesuai permintaan begitu. Itu juga bisa menyebabkan ada peningkatan harga gitu,” kata Yani kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Rabu 17 Desember 2025.
Selain pasokan, panjangnya rantai distribusi juga turut memengaruhi harga di tingkat konsumen. Kondisi ini kerap terjadi menjelang momen besar seperti Nataru, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat cukup signifikan.
Meski harga naik, Yani menegaskan stok pangan di Kabupaten Lebak hingga kini masih dalam kondisi aman. Pemkab Lebak pun terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi potensi kelangkaan.
“Kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait. Kalau langkanya akibat penimbunan, ya kita bisa berkoordinasi dengan Satgas Pangan ya (untuk penindakan),” ujarnya.
Keyword: harga minyak, Minyak Goreng Lebak, Pasar Rangkasbitung, Pasar Warunggunung, Minyakkita
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











