LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 20 rumah di Kampung Genduleun, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, terendam banjir, Sabtu, 20 Desember 2025. Banjir terjadi akibat tidak adanya saluran drainase di Jalan Nasional Cikeusik–Simpang Malingping.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, banjir mulai menggenangi permukiman warga sejak Sabtu dini hari. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Wanasalam dan sekitarnya menyebabkan air dari badan jalan nasional meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.
Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga agar tidak rusak terendam air.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wanasalam, Cece Saputra, menyebut banjir tersebut dipicu oleh buruknya sistem drainase di jalan nasional yang melintasi wilayahnya.
“Ini bukan kejadian pertama. Banjir yang merendam puluhan rumah di Genduleun sudah berulang kali terjadi dan sangat merugikan masyarakat,” ujar Cece.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kecamatan Wanasalam bersama Pemerintah Desa Sukatani sebelumnya telah melayangkan surat kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten pada 24 Februari 2025. Saat itu, pihak BPJN sempat meninjau lokasi dan berjanji akan memperbaiki drainase di Jalan Nasional tersebut.
Namun hingga kini, lanjut Cece, belum ada tindak lanjut nyata dari BPJN Banten. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap penderitaan warga yang terdampak banjir.
“Kami sangat kecewa. BPJN Banten terkesan menutup mata terhadap persoalan ini,” tegasnya.
Cece juga menyampaikan bahwa warga Kampung Genduleun berencana mendatangi kantor BPJN Banten apabila masalah drainase di Jalan Nasional Cikeusik–Simpang Malingping tidak segera ditangani.
“Kami berharap persoalan ini tidak terus dibiarkan. BPJN harus segera membangun saluran drainase yang layak agar air hujan tidak lagi meluap ke permukiman warga,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











