PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena langit berwarna merah sempat menggegerkan warga di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang. Warna kemerahan yang menyelimuti cakrawala terlihat jelas menjelang matahari terbenam dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan ponsel dan membagikannya ke media sosial. Dalam unggahan yang beredar, tampak awan-awan diselimuti cahaya merah pekat, sehingga menimbulkan tanda tanya terkait kemungkinan adanya gangguan alam atau cuaca ekstrem.
Menanggapi hal tersebut, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Banten memastikan bahwa fenomena langit merah di Pandeglang bukanlah kejadian berbahaya.
Kepala BBMKG Wilayah II Banten, Hartanto, menjelaskan bahwa warna merah pada langit merupakan fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Fenomena ini umumnya terjadi ketika matahari berada pada posisi rendah, khususnya menjelang terbenam.
Menurutnya, pada kondisi tersebut cahaya matahari harus menempuh lintasan yang lebih panjang di atmosfer bumi sebelum sampai ke mata manusia. Akibatnya, warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersaring, sementara warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan jingga menjadi lebih dominan.
“Yang sampai ke mata kita adalah warna-warna merah dan jingga karena mampu menembus lapisan atmosfer yang lebih tebal,” ujar Hartanto saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 21 Desember 2025.
Hartanto menambahkan, intensitas warna merah di langit juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer setempat. Tingginya kandungan uap air serta keberadaan partikel aerosol seperti debu atau polutan di udara dapat memperkuat pantulan cahaya merah pada awan.
“Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Pandeglang memang mengalami hujan. Kondisi tersebut turut mempertegas efek warna merah di langit,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh spekulasi yang tidak berdasar serta tetap merujuk pada informasi resmi terkait cuaca dan iklim. Fenomena langit merah tersebut bersifat alami dan kerap terjadi pada kondisi atmosfer tertentu.
“Masyarakat diminta tetap tenang dan terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi,” pungkas Hartanto.
Editor: Mastur Huda











