TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Investasi menjadi salah satu upaya menarik yang ditempuh banyak orang untuk mewujudkan kebebasan finansial di usia muda demi masa depan yang lebih cerah.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih belum memahami bagaimana cara memulai investasi. Terlebih, dunia investasi kerap dianggap kompleks dan penuh risiko.
Meski begitu, tak perlu khawatir. Artikel ini akan memaparkan informasi seputar cara memulai investasi, khususnya bagi investor pemula. Simak penjelasannya berikut ini.
Cara Memulai Investasi
Pada dasarnya, investasi memiliki tujuan utama untuk memperoleh keuntungan. Skema investasi pun cukup beragam dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan serta strategi yang matang agar terhindar dari potensi kerugian.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa cara memulai investasi.
1. Pahami Konsep Dasar Investasi
Sebelum mulai menanam modal, sebaiknya pahami terlebih dahulu konsep dasar investasi, termasuk risiko dan pengembaliannya (return).
Risiko investasi merupakan kemungkinan hilangnya sebagian atau seluruh dana yang dialokasikan pada instrumen investasi. Sementara itu, pengembalian mengacu pada keuntungan yang diharapkan, seperti capital gain, bunga, atau dividen.
Dengan memahami konsep dasar ini, kamu dapat mengambil keputusan investasi secara tepat dan bijaksana.
2. Tetapkan Tujuan Investasi
Langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan investasi. Tujuan ini bisa bersifat jangka pendek, seperti dana darurat, biaya pernikahan, modal usaha, atau liburan.
Selain itu, kamu juga dapat menentukan tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun, pendidikan anak, pembelian aset bernilai tinggi, atau sebagai sumber passive income.
Penetapan tujuan ini menjadi langkah vital agar arah, target, serta jangka waktu investasi lebih terarah dan jelas.
3. Pelajari Profil Risiko
Selanjutnya, penting untuk memahami profil risiko. Setiap investor memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Pendapatan
- Usia
- Pengalaman investasi
Profil risiko umumnya terbagi menjadi tiga kategori, yakni konservatif, moderat, dan agresif. Investor konservatif cenderung memilih instrumen berisiko rendah karena lebih memprioritaskan keamanan modal.
Dengan mengenali profil risiko, kamu dapat memilih instrumen serta strategi investasi yang sesuai.
4. Riset Instrumen Investasi
Cara memulai investasi berikutnya adalah melakukan riset instrumen. Beberapa instrumen investasi yang bisa dijadikan pilihan antara lain:
- Saham
- Deposito
- Obligasi
- Reksa dana
- Emas
- Peer-to-peer (P2P) lending
- Properti
Setiap instrumen memiliki karakteristik serta potensi pengembalian yang berbeda. Oleh sebab itu, pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko kamu.
Jika toleransi risiko masih tergolong konservatif atau moderat, sebaiknya hindari instrumen yang berisiko tinggi.
5. Buka Rekening Investasi
Untuk mulai berinvestasi, terutama di pasar modal, kamu perlu membuka rekening investasi melalui lembaga keuangan.
Sebagai contoh, jika memilih reksa dana, kamu dapat membuka rekening di perusahaan manajer investasi. Untuk saham, pembukaan rekening dilakukan melalui perusahaan sekuritas.
Pastikan lembaga keuangan tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menghindari risiko penipuan.
Itulah beberapa cara memulai investasi. Kamu tidak harus menunggu memiliki modal besar atau menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai berinvestasi.***











