KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nama Poris Plawad, yang kini menjadi salah satu wilayah strategis di Kota Tangerang, menyimpan jejak sejarah panjang perlawanan masyarakat Betawi terhadap kolonialisme Belanda.
Lebih dari sekadar penanda geografis, Poris Plawad menjadi simbol keberanian seorang perempuan Betawi legendaris yang namanya abadi dalam cerita rakyat setempat.
Kisah asal-usul nama Poris Plawad tercatat dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin. Dalam catatan tersebut, Poris Plawad disebut sebagai kampung tua yang lahir dari dinamika perlawanan masyarakat agraris terhadap praktik penindasan kolonial.
Pada masa itu, wilayah Cipondoh dijadikan basis pergudangan oleh kompeni Belanda. Keberadaan gudang-gudang tersebut merugikan warga lokal karena hasil pertanian masyarakat Betawi dirampas sepihak.
Kondisi ini memicu perlawanan yang dipimpin oleh seorang pendekar perempuan bernama Mpok Ris. Mpok Ris dikenal tangguh dan menguasai berbagai jurus silat, bahkan berguru kepada jawara-jawara Betawi hingga ahli kungfu. Meski memiliki paras jelita, keberaniannya di medan perlawanan membuatnya disegani prajurit kompeni.
Dalam aksinya, Mpok Ris menggunakan senjata khas berupa batang pohon plawad, sejenis tanaman tebu. Dengan senjata sederhana ini, ia mampu melumpuhkan lawan-lawannya. Keberanian dan kesaktiannya kemudian diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Seiring waktu, nama Mpok Ris dan senjata andalannya diabadikan masyarakat setempat. Para tetua kampung menggabungkan sebutan “Poris”, diyakini berasal dari nama Ris, dengan “Plawad”, merujuk pada batang pohon yang menjadi simbol perlawanan. Dari sinilah lahir nama Poris Plawad, yang terus digunakan hingga kini.
Kisah Poris Plawad tidak hanya menjadi legenda lokal, tetapi juga mencerminkan peran penting perempuan Betawi dalam sejarah perjuangan melawan kolonialisme. Nama wilayah ini menjadi pengingat akan keberanian, perlawanan, dan identitas masyarakat Tangerang yang lahir dari semangat mempertahankan tanah dan martabat.
Kini, Poris Plawad berkembang menjadi kawasan yang ramai. Di wilayah ini berdiri Stasiun Batuceper, salah satu simpul transportasi penting bagi warga, termasuk akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di balik modernisasi, Poris Plawad tetap menyimpan kisah heroik Mpok Ris, perempuan Betawi yang namanya terpatri dalam sejarah lokal Tangerang.
Editor: Mastur Huda











