KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tepat pada 28 Februari 2026, Kota Tangerang genap berusia 33 tahun. Sejak resmi ditetapkan sebagai kota madya pada 28 Februari 1993, setelah berpisah dari Kabupaten Tangerang, kota ini terus berkembang menjadi salah satu daerah strategis di Provinsi Banten.
Berawal dari kota administratif, Kota Tangerang bertransformasi menjadi wilayah perkotaan modern dengan pertumbuhan infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik yang signifikan.
Penetapan Kota Tangerang sebagai daerah otonom pada 1993 menjadi titik awal perjalanan pemerintahan sendiri. Status tersebut mengubah wajah birokrasi, tata kelola pemerintahan, hingga arah pembangunan daerah.
Seiring waktu, kawasan permukiman, pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan terus bertambah, menjadikan Tangerang sebagai kota penyangga ibu kota yang dinamis.
Perjalanan 33 tahun Kota Tangerang tak lepas dari peran para pemimpin yang mewarnai arah pembangunan.
Berikut daftar wali kota yang pernah memimpin:
- Djakaria Machmud (1993–1998)
Wali kota pertama setelah perubahan status menjadi kotamadya. Ia memimpin pada masa transisi awal pembentukan pemerintahan Kota Tangerang. - Mochammad Thamrin
Melanjutkan estafet kepemimpinan setelah periode awal, berperan dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. - Wahidin Halim (dua periode)
Kepemimpinannya dikenal dengan peningkatan sektor pendidikan dan pembangunan sarana prasarana kota. - Arief R Wismansyah (2013–2023)
Memimpin selama dua periode, fokus pada pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, transportasi, UMKM, serta inovasi pelayanan publik berbasis digital. - Sachrudin (2025–2030)
Sebelumnya, Sachrudin menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangerang 2 periode yakni 2013–2018 dan 2018–2023 mendampingi Arief R Wismansyah. Ia pernah menjabat sebagai Camat Pinang.
Sachrudin bersama Wakilnya. Maryono Hasan, fokus pada peningkatan SDM unggul, perekonomian inovatif, infrastruktur terintegrasi, lingkungan berkualitas, dan tata kelola pemerintahan berintegritas. Program utama mereka mencakup program 3G (Gampang Kerja, Gampang Sembako, Gampang Berobat)
Editor Daru











