SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Krisis sampah yang kian memburuk di Provinsi Banten mendorong pemerintah mengambil langkah strategis melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Dua proyek PSEL kini tengah disiapkan dan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan persoalan sampah tidak lagi bisa ditangani dengan pola lama. Keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di berbagai wilayah menjadi alasan utama perlunya solusi berbasis teknologi.
“Permasalahan sampah ini sudah menjadi isu nasional. Salah satu solusi yang didorong pemerintah adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah,” ujar Andra, Kamis 8 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, Provinsi Banten mendapat dua proyek PSEL yang ditetapkan sebagai PSN. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten mendapatkan dua proyek pembangkit listrik tenaga sampah,” katanya.
PSEL pertama dibangun di wilayah aglomerasi Tangerang Raya, tepatnya di TPA Jatiwaringin. Hingga saat ini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan segera beroperasi.
Sementara proyek PSEL kedua direncanakan di wilayah aglomerasi Serang Raya. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan lahan dan pemenuhan kuota sampah sebagai syarat program strategis nasional.
“Untuk Serang Raya diperkirakan sekitar Agustus. Yang harus dipersiapkan adalah kesiapan lahan dan juga kuota sampahnya. Saat ini jumlah sampahnya belum mencukupi,” jelas Andra.
Pemprov Banten menilai, pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang dalam merespons krisis sampah yang selama ini membebani lingkungan dan fasilitas pengelolaan sampah di daerah.
Editor: Abdul Rozak











