• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Belanja Pegawai ASN Masih Dominan, Ini Struktur APBD Pandeglang

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Sabtu, 10 Januari 2026 17:00
in Pandeglang, Pemerintahan
Belanja Pegawai ASN Masih Dominan, Ini Struktur APBD Pandeglang

Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN). Sumber Foto: iStock – credit by Lutfi Hanafi

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengungkapkan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hingga kini masih didominasi belanja pegawai aparatur sipil negara (ASN). Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya ruang fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.

Kepala Subbidang Penyusunan Anggaran Bidang Anggaran BPKAD Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat, mengatakan total belanja APBD Pandeglang tahun 2026 mencapai Rp2,69 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan ke belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

RelatedPosts

Penipuan Investasi arisan

Kasus Dugaan Investasi Arisan Fiktif Rp 2,8 Miliar Naik Penyidikan, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Senin, 12 Oktober 2026 16:55
Pajak MBLB Banten

Genjot PAD, Pemprov Banten Naikkan Pajak MBLB hingga 250 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 16:50
Empat ASN Cilegon Tak Kunjung Dapat Kepastian

Sanksi Demosi Berakhir, Empat ASN Cilegon Tak Kunjung Dapat Kepastian

Senin, 12 Oktober 2026 16:34
Kapolres Pandeglang minta pelajar jauhi Narkoba dan Tawuran

Kapolres Pandeglang Imbau Pelajar Jauhi Narkoba dan Tawuran

Senin, 12 Oktober 2026 14:15

“Belanja operasi porsinya paling besar, yakni 80,67 persen dari total belanja APBD. Sementara belanja modal hanya 2,15 persen, belanja tidak terduga 0,69 persen, dan belanja transfer sebesar 16,48 persen,” kata Taufik Hidayat, Sabtu 10 Januari 2026.

Belanja transfer tersebut meliputi bagi hasil pajak dan retribusi daerah kepada desa serta bantuan keuangan daerah.

Menurut Taufik, keterbatasan ruang fiskal daerah dipengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal. Meski pendapatan daerah dinilai cukup untuk menjalankan pemerintahan, struktur belanja masih belum ideal akibat tingginya belanja rutin.

“Secara penganggaran memang cukup, tetapi strukturnya belum ideal karena belanja pegawai masih sangat besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, organisasi perangkat daerah (OPD) dengan alokasi anggaran terbesar adalah Dinas Pendidikan. Hal itu disebabkan besarnya belanja gaji dan tunjangan ASN serta tenaga pendidik.

“Secara persentase sekitar 43 persen dari APBD, atau nilainya kurang lebih Rp1,1 triliun,” jelasnya.

Selain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan juga memperoleh alokasi anggaran, meski porsinya lebih kecil. Anggaran Dinas Kesehatan tercatat sekitar Rp39 miliar atau 8,9 persen dari belanja kegiatan.

Sementara itu, OPD dengan alokasi anggaran terendah adalah kecamatan. Rata-rata kecamatan hanya menerima anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Yang paling rendah itu kecamatan, rata-rata di angka Rp2 miliaran,” ungkapnya.

Taufik menambahkan, secara total APBD Pandeglang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun, penyesuaian anggaran dilakukan secara proporsional sehingga tidak ada OPD yang mengalami penurunan signifikan.

Untuk tahun anggaran 2026, belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar dengan porsi 44,91 persen dari total belanja APBD atau sekitar Rp1,2 triliun.

“Belanja pegawai masih mendominasi,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, Pemkab Pandeglang belum mampu memenuhi ketentuan mandatory spending infrastruktur sebesar 40 persen sebagaimana diamanatkan regulasi.

“Untuk infrastruktur memang belum terpenuhi karena porsi belanja pegawai masih besar,” jelas Taufik.

Meski demikian, ia memastikan alokasi anggaran sektor pendidikan dan kesehatan tetap memenuhi ketentuan mandatory spending.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, khususnya melalui peningkatan transfer ke daerah.

“Harapannya ada perhatian lebih dari pusat dan provinsi agar kemampuan fiskal daerah bisa diperkuat,” pungkasnya.*

Editor : Krisna Widi Aria

Tags: Anggaran daerahAPBDbelanja pegawaiBPKADInfrastrukturpelayanan publikPemkab Pandeglang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang, Arena Tilawah Remaja Tarik Perhatian Masyarakat

Next Post

BPBD Lebak Sebut Drainase Buruk Jadi Penyebab Banjir Tahunan di Wanasalam

Next Post
BPBD Lebak Sebut Drainase Buruk Jadi Penyebab Banjir Tahunan di Wanasalam

BPBD Lebak Sebut Drainase Buruk Jadi Penyebab Banjir Tahunan di Wanasalam

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

Senin, 12 Oktober 2026 10:09
Mutasi Kapolri

Tak Hanya Wakapolda Banten, Kapolri Suyudi Juga Ganti Kapolres Serang dan Cilegon

Minggu, 11 Oktober 2026 17:08
Wakapolda Banten

Wakapolda Banten Diganti, Kapolri Tunjuk Brigjen Zain Dwi Nugroho

Minggu, 11 Oktober 2026 16:20
Pendapatan Turun, Belanja Modal Pemprov Banten Terancam Terutang

Pendapatan Turun, Belanja Modal Pemprov Banten Terancam Terutang

Minggu, 11 Oktober 2026 06:33
untirta

Wisuda Untirta Jadi Awal Langkah Generasi Berdampak

Minggu, 11 Oktober 2026 16:14
Mutasi pejabat Pemkot Serang

Disetujui BKN, 43 Pejabat ASN Pemkot Serang Dilantik

Senin, 12 Oktober 2026 13:02
Modifikasi Cuaca Banten

Waduk Karian Terancam Kekeringan, BMKG Petakan Wilayah Prioritas Modifikasi Cuaca

Jumat, 9 Oktober 2026 16:23

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Program PTSL di Kabupaten Serang

9.013 Sertifikat PTSL Segera Rampung, BPN Kabupaten Serang Kirim Langsung ke Warga

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 12 Oktober 2026 17:19
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Serang, melakukan upaya percepatan dalam pembuatan 9013 sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)....

pelantikan pejabat

Bupati Serang Lantik Pejabat, Imbau ASN Jaga Integritas

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 12 Oktober 2026 17:04
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, melantik sejumlah pejabat eselon III di lingkungan pemerintah Kabupaten Serang. Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Bupati...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.