KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) kembali menegaskan posisinya sebagai tulang punggung sistem pembayaran nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Ant International.
Kerja sama strategis ini menjadi langkah penting dalam memperluas integrasi pembayaran digital lintas batas serta mendorong inovasi teknologi pembayaran Indonesia ke tingkat global.
MoU tersebut ditandatangani secara resmi di Singapura oleh Armand Hermawan, Direktur Utama Artajasa, dan Pan Yan, Head of Strategic Partnership Office Alipay+ dari Ant International.
Kolaborasi ini menandai dimulainya sinergi jangka panjang untuk menjembatani infrastruktur pembayaran Indonesia dengan ekosistem pembayaran digital internasional.
Lebih dari sekadar peningkatan kemudahan transaksi, kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pembayaran yang inklusif, berkelanjutan, dan saling terhubung.
Artajasa dan Ant International akan berfokus pada pengembangan pembayaran lintas negara yang lebih seamless, inovasi seluler berbasis kecerdasan buatan (AI), serta solusi digitalisasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM).
Sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran terdepan di Indonesia, Artajasa saat ini menghubungkan lebih dari 80.000 ATM dan 98 institusi anggota ATM Bersama di seluruh Indonesia. Perusahaan ini juga berperan besar dalam layanan QRIS, yang memungkinkan penerimaan pembayaran digital bagi lebih dari 41 juta merchant di berbagai sektor industri nasional.
Direktur Utama Artajasa, Armand Hermawan, menyampaikan bahwa masa depan layanan pembayaran ditentukan oleh ekosistem yang kuat dan kolaboratif.
Menurutnya, Ant International merupakan mitra strategis dengan rekam jejak global yang solid dalam pembayaran digital, sehingga kerja sama ini menjadi langkah penting bagi Artajasa untuk terus memperkuat ekosistem pembayaran nasional sekaligus memperluas jangkauan global.
Sementara itu, Ant International melalui empat pilar bisnisnya Alipay+, Antom, Bettr, dan WorldFirst menawarkan rangkaian solusi techfin global yang mendukung konektivitas dan inklusi keuangan. Melalui Alipay+, Ant International telah menghubungkan lebih dari 1,8 miliar akun pengguna dengan lebih dari 150 juta merchant di lebih dari 100 pasar dunia.
Ke depan, pada fase awal kemitraan di tahun 2026, Artajasa dan Ant International optimistis bahwa perpaduan infrastruktur pembayaran lokal yang kuat dengan teknologi global yang canggih akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas transaksi lintas batas, memperluas akses pembayaran digital, serta memperkuat daya saing industri sistem pembayaran nasional di kancah internasional.
Editor: Bayu Mulyana











