LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kompetisi Super League Indonesia tengah diramaikan oleh fenomena menarik di bursa transfer. Sejumlah klub Tanah Air bergerak cepat memburu pemain yang berasal dari kompetisi Liga India atau Indian Super League (ISL), seiring ketidakpastian kelanjutan kompetisi di negara tersebut.
Vakumnya kompetisi sepak bola India sejak musim lalu membuat banyak pemain asing—legiun impor yang sebelumnya merumput di ISL—mulai mencari peluang baru di luar negeri. Indonesia menjadi salah satu tujuan paling realistis untuk menjaga kontinuitas karier profesional mereka.
Fenomena ini kemudian disebut sebagai bentuk “invasi” pemain eks Liga India ke Super League Indonesia. Kehadiran mereka tak hanya untuk mengisi kuota pemain asing, tetapi juga menjadi solusi instan bagi klub-klub domestik yang membutuhkan tambahan kekuatan di paruh kedua musim.
Persijap Jepara menjadi salah satu klub paling agresif memanfaatkan momentum tersebut. Klub asal Jawa Tengah itu berhasil mendatangkan tiga pemain eks Liga India, termasuk Borja Herrera dan Iker Guarrotxena, dua nama yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi India sebelum hijrah ke Indonesia.
Tak hanya Persijap, Persik Kediri juga bergerak cepat dengan merekrut dua pemain asing dari kompetisi yang sama. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat sektor lini tengah dan pertahanan dalam persaingan liga yang semakin ketat.
Sementara itu, Persija Jakarta mendatangkan satu nama besar eks Liga India lewat skema peminjaman. Klub ibu kota meminjam striker Alaaeddine Ajaraie dari NorthEast United hingga akhir musim. Ajaraie dikenal sebagai top scorer ISL musim 2024–2025 sebelum akhirnya berlabuh ke Indonesia.
Masifnya arus pemain ini tak lepas dari kondisi bursa transfer yang terbuka lebar. Banyak pemain asing ISL kini berstatus bebas transfer akibat kompetisi di India terganggu oleh persoalan sponsor dan regulasi. Beberapa klub bahkan melepas pemainnya lebih awal demi memberi kepastian masa depan karier sang pemain.
Eksodus talenta asing dari ISL ini menghadirkan dinamika baru bagi Super League Indonesia. Di satu sisi, klub domestik memperoleh kesempatan mendatangkan pemain berpengalaman internasional dengan harga relatif kompetitif. Namun di sisi lain, tantangan menjaga ruang bermain bagi pemain lokal tetap menjadi perhatian utama di tengah derasnya arus pemain asing.*
Editor : Krisna Widi Aria











