KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir yang merendam delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Tigaraksa berangsur-angsur surut. Pemerintah memastikan 1.126 keluarga atau sekitar 5.016 jiwa yang terdampak luapan Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri telah tertangani melalui berbagai langkah darurat.
Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, menyampaikan bahwa perkembangan positif terlihat dari posko penanganan banjir yang telah beroperasi penuh sejak kejadian. Hingga Minggu dini hari (25/1/2026) pukul 02.00 WIB, genangan air di sejumlah titik dilaporkan turun secara signifikan.
Meski kondisi air berangsur surut, pemerintah kecamatan tetap memfokuskan penanganan darurat pada pemenuhan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan. Sebanyak 11 titik dapur umum telah diaktifkan untuk melayani warga di lokasi terdampak.
“Kami terus memantau perkembangan dari posko penanganan banjir. Fokus utama saat ini memastikan distribusi makanan dan layanan kesehatan bagi warga berjalan lancar,” ujar Cucu dari posko utama penanganan banjir Tigaraksa.
Berdasarkan data kecamatan, Desa Pasir Nangka menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar, yakni sekitar 600 keluarga atau 2.000 jiwa. Banjir merendam tiga kawasan perumahan, yaitu Perum Mustika, Graha Cibadak, dan Vila Pasir Nangka. Untuk melayani warga di wilayah tersebut, pemerintah mengoperasikan empat dapur umum.
Selain itu, kondisi serupa terjadi di Desa Pasir Bolang. Banjir dengan ketinggian 30 hingga 200 sentimeter yang sempat merendam Kampung Cogreg, Kampung Bolang, dan Kampung Seglog kini menunjukkan tren penurunan. Genangan di Jalan Raya Aria Jaya Santika dengan ketinggian sekitar 40–50 sentimeter juga mulai surut.
Sementara itu, di Desa Cisereh, banjir akibat luapan Sungai Cidurian yang sempat mencapai ketinggian satu meter kini berangsur menyusut. Distribusi logistik di wilayah tersebut dilakukan melalui satu dapur umum yang bekerja sama dengan salah satu SPPG.
“Distribusi logistik kami lakukan secara terpusat agar tepat sasaran,” kata Cucu.
Ia memastikan bantuan logistik tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai pihak, termasuk Partai Golkar, PKB, PKS, dan PDI Perjuangan, serta donatur masyarakat. Salah satu dukungan datang dari pengurus masjid di Pasir Bolang yang aktif membantu warga terdampak.
“Alhamdulillah, kolaborasi ini sangat luar biasa. Kami pastikan warga terdampak tertangani,” ujarnya.
Meski demikian, Cucu menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat warga yang belum terlayani secara maksimal. Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan call center yang beroperasi 24 jam agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami pastikan setiap laporan yang masuk akan segera kami tangani demi percepatan pemulihan pascabencana,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Tigaraksa I Made Artana menyampaikan bahwa keterbatasan sarana evakuasi seperti perahu karet sempat menjadi kendala di lapangan. Namun, pihak kepolisian berhasil mengatasinya melalui koordinasi dengan Federasi Arung Jeram Indonesia.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak memanfaatkan situasi bencana untuk tindakan yang merugikan.
“Semua unsur pimpinan daerah bekerja tanpa mengenal waktu untuk membantu para korban,” tegasnya.
Reporter: Mulyadi/Editor: Aas Arbi











