SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir di Kabupaten Serang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terendam banjir, salah satunya ialah gedung sekolah.
Tercatat berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang ada sebanyak 22 sekolah yang terdampak akibat banjir.
Saat ini yang masih terendam cukup parah adalah SD yang berada di wilayah Serang Timur, terutama di Kecamatan Cikande, Binuang dan Kibin.
Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap sekolah SD yang terdampak akibat banjir di Kabupaten Serang.
“Yang terendam banjir itu kurang lebih ada 22 sekolah yang termasuk kemarin di Binuang ya, SDN Renged 1. Lalu yang parah ini adalah SDN Koper 1 sudah 2 minggu terendam banjir,” katanya, Rabu 28 Januari 2026.
Ia mengatakan, parahnya banjir yang merendam sekolah tersebut karena diakibatkan kondisi sekolah yang berada di dekat dengan sungai Cidurian.
“Sekolahnya itu berada di pinggir Kali Cidurian sehingga ketika volume air meluap, sekolah pasti terendam banjir,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, tengah melakukan pendataan terhadap kondisi sekolah pasca terendam banjir. Nantinya, apabila sudah terdata pihaknya akan melakukan penanganan.
“Pasca banjir ini kita lihat kondisi sekolahnya. Apakah ada retakan atau tidak, nanti kita akan secepatnya membuat laporan dan bagaimana mengantisipasinya tentu kita carikan solusi,” ujarnya.
Nantinya, apabila ada kerusakan pihaknya akan melakukan pengajuan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan sementara.
Ia mengaku, hingga saat ini masih mengkaji apakah harus dilakukan relokasi ataupun tidak terhadap sekolah tersebut. “Kita akan coba kaji terlebih dahulu, apakah perlu direlokasi atau tidak. Karena memang di situ muridnya lumayan banyak, hampir 200,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Abidin, proses pembelajaran masih tetap berjalan dengan semestinya. Proses pembelajaran dialihkan ke rumah dan sekolah terdekat. “KBM awal di rumah warga, di pengungsian atau kita lakukan secara daring. Hak mereka belajar kita berikan,” pungkasnya.
Editor Daru











