PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pandeglang melakukan perbaikan jalan berlubang di kawasan Alun-alun Pandeglang. Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi jalan protokol di pusat pemerintahan itu dikeluhkan pengendara karena dinilai membahayakan keselamatan lalu lintas.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kerusakan jalan yang berlubang dan tidak rata. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan, terutama pada jam sibuk.
Salah seorang pengendara, Nurdin, mengatakan kerusakan jalan di kawasan Alun-alun Pandeglang sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera ditangani.
“Bahaya kalau tidak segera diperbaiki. Apalagi ini wilayah pusat pemerintahan, kondisinya tentu kurang bagus dilihat,” kata Nurdin, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas DPUPR Pandeglang membongkar bagian jalan yang rusak untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan pelapisan ulang.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, menjelaskan perbaikan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan rutin jalan kabupaten.
“Itu pemeliharaan jalan yang berlubang. Kalau masih memungkinkan, nanti akan kami tambahkan lagi penanganannya,” ujar Andrian.
Ia menambahkan, saat ini perbaikan baru dilakukan di satu titik di kawasan Alun-alun Pandeglang. Namun demikian, DPUPR membuka peluang penanganan di titik lain yang masih menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Terkait anggaran, Andrian mengaku tidak mengetahui secara detail biaya yang digunakan untuk perbaikan di lokasi tersebut. Namun, ia menyebutkan anggaran pemeliharaan jalan kabupaten dalam satu tahun mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Kalau untuk anggarannya, yang lebih tahu Kepala UPT. Saya hanya memberikan rekomendasi. Tetapi dalam satu tahun anggaran pemeliharaan jalan sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.
Ia menargetkan proses perbaikan jalan rampung dalam waktu dua hari, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
“Rencananya dua hari. Kalau cuaca memungkinkan, besok sudah bisa hotmix. Kalau hujan, bisa mundur,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia /Editor: Aas Arbi











