SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) menegaskan bahwa normalisasi sungai-sungai di Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Serang, menjadi sangat mendesak. Hal ini menyusul banjir yang melanda wilayah Banten beberapa pekan terakhir.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWSC3, Arlinsyah, mengatakan banjir tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga karena sedimentasi dan penyempitan aliran sungai di tiga sungai utama, yaitu Ciujung, Cidurian, dan Cidanau.
“Banyak sungai di beberapa titik meluap. Faktor penyebabnya selain curah hujan tinggi, juga karena tampungan air menyempit. Hal ini bisa dipengaruhi oleh tataruang yang tidak diindahkan sehingga sepadan sungai dikuasai masyarakat,” ujar Arlinsyah, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menambahkan, melihat kondisi beberapa pekan terakhir, kebutuhan normalisasi sungai menjadi sangat mendesak, meskipun pagu anggaran terbatas. “Yang bisa kami lakukan adalah penyesuaian dan menggeser kegiatan untuk penanganan banjir,” katanya.
Menurut Arlinsyah, sedimentasi sungai meningkat akibat berkurangnya daerah resapan air, seperti hutan, yang beralih fungsi menjadi ladang atau sawah. Aliran air menjadi cepat dan membawa material tanah dari hulu ke sungai, sehingga dasar sungai semakin meninggi.
BBWSC3 telah melakukan berbagai upaya struktural maupun non-struktural untuk mengantisipasi banjir. Upaya struktural meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul, dan pembangunan fisik lainnya. Tahun ini, BBWSC3 telah memprogramkan normalisasi Sungai Cibanten sepanjang 3 kilometer.
“Jika ada instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai lain tahun ini, kami siap melaksanakan,” kata Arlinsyah.
Sementara itu, penanganan non-struktural dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, pembentukan komunitas peduli sungai dan danau, serta koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Selain itu, BBWSC3 juga menyiapkan posko banjir dan peralatan antisipasi, seperti ekskavator, mobil pompa, dan kendaraan lainnya.
Untuk penanganan darurat, BBWSC3 telah menerjunkan tiga alat berat dan mobil pompa ke wilayah terdampak banjir. “Kita siapkan mobil dan alat berat untuk permintaan mendesak di lapangan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











