SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, menggelar workshop pengolahan pangan kreatif berbahan dasar jantung pisang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKM Tematik Kelompok 69 pada Jumat, 24 Januari 2026, bertempat di Posko KKM Desa Sukamanah. Dalam workshop ini, mahasiswa memperkenalkan inovasi pengolahan jantung pisang menjadi nugget yang diberi nama Nujapis.
Selama ini, jantung pisang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Sebagian warga hanya mengolahnya sebagai lauk tradisional, bahkan tidak jarang dibiarkan terbuang. Padahal, jantung pisang memiliki kandungan gizi yang cukup baik, terutama serat, serta bermanfaat bagi ibu menyusui karena dapat membantu melancarkan ASI.
Koordinator kegiatan, Namira, mengatakan pemanfaatan jantung pisang sebagai bahan pangan merupakan bagian dari upaya diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.
“Selain mudah diperoleh di lingkungan sekitar Desa Sukamanah, pengolahan jantung pisang juga dapat menjadi alternatif makanan sehat sekaligus menekan biaya konsumsi rumah tangga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop ini bertujuan memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai inovasi pengolahan pangan sederhana yang berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti jantung pisang bisa diolah menjadi makanan yang lebih variatif dan berpeluang dikembangkan sebagai produk usaha,” katanya.
Pelaksanaan workshop berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran adonan, pembentukan nugget, hingga proses penggorengan. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif peserta selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya desa.
Workshop tersebut mendapat respons positif dari Ketua RT 001 RW 001 Desa Sukamanah, Oom Komarudin. Ia mengapresiasi program mahasiswa KKM Untirta yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kegiatannya bagus dan bermanfaat, terutama bagi ibu-ibu. Ini bisa menjadi inovasi produk pangan yang berpotensi dikomersialisasikan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Sejumlah warga peserta juga memberikan tanggapan positif setelah mencicipi hasil olahan. Ibu Fikri menilai rasanya enak meski proses pembuatannya cukup rumit. Sementara itu, Ibu Hilya menyebut tekstur nugget jantung pisang lebih berserat namun rasanya tetap dapat diterima. Pendapat serupa disampaikan Ibu Labib yang menilai cita rasa Nujapis berbeda dari nugget ayam, namun tetap lezat.
Editor: Mastur Huda











