CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mendalami dugaan insiden pencemaran udara yang terjadi di sekitar kawasan PT Vopak.
Untuk memastikan kondisi udara ambient, DLH memasang empat alat pemantau gas di sejumlah titik di sekitar pabrik.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pendalaman guna mengetahui kandungan gas di udara pascakejadian yang sempat dikeluhkan warga.
“Untuk memantau udara ambient, DLH menggunakan laboratorium eksternal. Pemantauan ini akan dilakukan selama 24 jam,” kata Sabri Mahyudin kepada Radar Banten, Minggu 1 Februari 2025.
Selain pemantauan menggunakan laboratorium eksternal, DLH juga melakukan pengukuran langsung di lapangan dengan memasang alat pemantau gas di sekitar kawasan industri PT Vopak.
“Kami memasang empat alat gas monitoring yang tersebar di sekitar pabrik PT Vopak. Insyaallah dalam dua jam alat tersebut akan ditarik untuk melihat hasil datanya,” jelasnya.
Terkait tingkat bahaya dari dugaan pencemaran udara tersebut, Sabri menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan sebelum seluruh data pemantauan dikumpulkan dan dianalisis secara menyeluruh.
“Tingkat bahayanya relatif. Jadi untuk bahaya atau tidak, itu baru bisa kita ketahui setelah data gas hari ini kita ambil dan kita kaji,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Sabtu siang 31 Januari 2025 , warga di sekitar kawasan industri PT Vopak, dihebohkan dengan adanya kepulan asap berwarna oranye dari pabrik tersebut.
Asap tersebut diduga membuat puluhan warga merasa mual, pusing, bahkan sesak napas dan dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Editor: Bayu Mulyana











