CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mengakselerasi peran zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi umat.
Di Kota Cilegon, BAZNAS resmi meluncurkan Program Ekonomi Z-Mart dan Z-Auto, skema pemberdayaan berbasis usaha ritel dan bengkel yang ditujukan untuk mendorong pelaku usaha kecil keluar dari ketergantungan bantuan.
Sebanyak 65 pelaku usaha mikro dan kecil di Kota Cilegon, terdiri dari pengelola Warung Z-Mart dan bengkel Z-Auto, resmi menerima bantuan dalam peluncuran program yang digelar di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa 10 Februari 2026.
Program ini merupakan bantuan langsung dari BAZNAS RI, dengan pendampingan BAZNAS Provinsi Banten dan BAZNAS Kota Cilegon.
Wakil Ketua BAZNAS Kota Cilegon, Habibi, menjelaskan bahwa Z-Mart dan Z-Auto merupakan program nasional BAZNAS RI yang fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif mustahik.
Untuk program Z-Auto, setiap unit bengkel menerima bantuan senilai Rp20 juta, termasuk pembekalan usaha.
“Total ada 15 unit Z-Auto, sehingga nilai bantuan keseluruhan mencapai Rp300 juta. Sementara untuk Z-Mart, terdapat 50 penerima manfaat, dengan nilai bantuan Rp8 juta per unit,” ujar Habibi.
Ia menegaskan, program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui penguatan usaha yang sudah berjalan.
Harapannya, para penerima manfaat tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi ke depan dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.
“Kalau sekarang masih mustahik, ke depan kita dorong bisa menjadi muzaki, orang yang berzakat. Insyaallah, jika program ini berhasil sebagai pilot project pertama di Cilegon, akan ada penambahan unit di tahap selanjutnya,” katanya.
Habibi juga mengungkapkan bahwa program tersebut sejatinya merupakan program tahun 2025, namun baru direalisasikan pada 2026 karena proses asesmen yang cukup panjang, mencapai lebih dari enam bulan.
“Karena salah satu kriterianya adalah usaha sudah berjalan, kekurangan modal, masuk kategori mustahik, dan tempat usaha milik sendiri. Untuk Z-Auto juga dipilih bengkel yang berada di rumah milik sendiri. Itu yang membuat proses penentuan penerima manfaat cukup lama,” jelasnya.
Melalui program Z-Mart dan Z-Auto, BAZNAS berharap zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi










