SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten mendapat sorotan. Dari ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, sebagian besar belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Temuan ini diungkap oleh Asisten Daerah I Setda Provinsi Banten, Komarudin. Ia menyebut, hingga akhir Desember 2025, terdapat 741 unit SPPG. Namun, hanya sekitar 10 persen yang sudah memiliki SLHS.
“Masih minim, paling sekitar 10 persen yang memiliki SLHS. Sisanya belum,” tegasnya di Serang, Senin, 16 Februari 2026.
Menurutnya, kondisi ini menjadi catatan penting karena Program MBG telah menjangkau jutaan penerima manfaat. Tanpa SLHS, kualitas dan keamanan makanan dikhawatirkan tidak terjamin.
Komarudin menjelaskan, standar SLHS cukup ketat. SPPG wajib memenuhi kelaikan bangunan, kebersihan alat, sistem pembuangan limbah, hingga tenaga dapur tersertifikasi.
Meski operasional dapur MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Minimnya SPPG memiliki SLHS harus segera ditangani, agar Program MBG tidak menimbulkan risiko kesehatan baru.
Masyarakat berhara, percepatan sertifikasi, pengawasan dapur, serta pelatihan tenaga pengolah makanan dapat menjadi prioritas pemerintah sepanjang 2026.
Editor: Agus Priwandono











