SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten bergerak cepat melakukan verifikasi dan validasi data terhadap ratusan pendaftar program Mudik Gratis 2026.
Tahapan ini menjadi fokus utama usai pendaftaran daring resmi ditutup pada Rabu (18/2) pagi guna memastikan seluruh calon penumpang memenuhi kualifikasi administratif yang ditetapkan.
Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan menutup sementara akses laman pendaftaran. Langkah ini diambil untuk menyisir keabsahan dokumen para pendaftar, terutama terkait syarat mutlak kepemilikan KTP Banten.
“Fokus kami saat ini adalah klarifikasi data. Kami pastikan dulu datanya benar atau tidak. Jika dalam tahap verifikasi ini ditemukan pendaftar yang tidak lolos atau tidak memenuhi syarat, maka sisa kuota tersebut ada kemungkinan akan kami buka kembali,” ujar Tri Nurtopo, Jumat, 20 Februari 2026.
Proses verifikasi ini mencakup pemeriksaan KTP untuk memastikan pendaftar adalah warga asli Banten, baik yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah maupun para perantau di Yogyakarta dan Bandung yang ingin pulang ke Tanah Jawara.
Tri menjelaskan, ketatnya proses verifikasi ini bertujuan agar kuota yang tersedia benar-benar tepat sasaran. Mengingat pada tahun ini terdapat efisiensi anggaran yang berimbas pada berkurangnya jumlah armada menjadi 20 bus dari sebelumnya 32 bus, akurasi data pendaftar menjadi sangat krusial.
“Kita pastikan semua sesuai syarat. Meski jumlah armada berkurang karena penyesuaian anggaran tahun ini, kami tetap menjamin fasilitas pendukung seperti kaos, snack, dan paket makan buka puasa bagi mereka yang lolos verifikasi nanti,” tambahnya.
Setelah tahapan verifikasi rampung dan daftar final penumpang ditetapkan, para pemudik dijadwalkan akan diberangkatkan serentak pada 18 Maret 2026 siang hari. Rute yang tersedia mencakup destinasi strategis mulai dari Solo, Yogyakarta, Surabaya, hingga Palembang.
Dishub Banten mengimbau para pendaftar untuk terus memantau informasi resmi jika sewaktu-waktu website kembali dibuka akibat adanya kursi kosong yang tidak lolos tahap klarifikasi data ini.*
Editor : Krisna WIdi Aria











