SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, menyebut organisasinya akan terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, menjaga moderasi beragama, serta memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Menurut KH Embay, Mathla’ul Anwar siap mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi konkret bagi umat dan masyarakat.
“Mathla’ul Anwar siap mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi bagi umat dan bangsa, baik dalam sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat,” kata Embay saat menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Sabtu, 21 Februari 2026.
Sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia, Mathla’ul Anwar memiliki basis keanggotaan luas dengan lebih dari 10 juta anggota serta mengelola sekitar 2.000 madrasah di berbagai daerah.
Jejaring nasional tersebut menjadi kekuatan utama organisasi dalam memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Didirikan pada 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, Mathla’ul Anwar tumbuh sebagai gerakan pendidikan dan dakwah yang berakar kuat di masyarakat akar rumput.
Hingga kini, peran organisasi tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga penguatan sosial dan keagamaan yang menekankan prinsip moderasi.
Dalam waktu dekat, Mathla’ul Anwar akan menggelar Muktamar ke-21 pada April 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten.
Agenda lima tahunan tersebut diproyeksikan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat arah perjuangan di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
Agus Harimurti Yudhoyono dijadwalkan hadir dalam Muktamar tersebut. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kontribusi organisasi kemasyarakatan Islam dalam pembangunan nasional.
Dalam pertemuan sebelumnya, AHY berharap Mathla’ul Anwar dapat terus eksis dan menjadi bagian dari solusi pembangunan Indonesia.
Ia menilai sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu menjaga moderasi beragama sekaligus memperluas kontribusi nyata di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Reporter: Nahrul Muhilmi Editor: Aas Arbi











