KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik sekaligus Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), H Memed Chumaedy menilai bahwa memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Mesyal dan Wakil Bupati Intan, di mana fase ini bisa disebut sebagai periode konsolidasi dan peletakan fondasi.
Sebab katanya, tahun pertama dalam pemerintahan daerah umumnya difokuskan pada harmonisasi visi-misi dengan RPJMD, penyesuaian ritme birokrasi, serta membangun soliditas internal.
Selain itu, dari sisi stabilitas politik dan pemerintahan, situasi relatif kondusif. Sebab, tidak terlihat dinamika yang terlalu tajam di ruang publik maupun gesekan yang mengganggu jalannya roda pemerintahan.
“Nah, ini menjadi modal penting untuk keberlanjutan program pembangunan,” ujar H Memed saat diwawancarai Radar Banten, Rabu 25 Februari 2026.
Secara objektif kata Memed, masyarakat tentu berharap mulai terlihat akselerasi di sektor-sektor prioritas seperti pelayanan publik, infrastruktur dasar, penguatan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan.
Beberapa langkah awal sudah mulai terlihat, meskipun dampaknya memang membutuhkan waktu untuk benar-benar dirasakan secara luas.
“Dalam konteks kepemimpinan daerah, tantangan terbesar tentu bukan hanya pada perumusan kebijakan, tetapi juga pada konsistensi implementasi dan kemampuan menjaga sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
H Memed menambahkan, satu tahun belum cukup untuk memberikan penilaian final, tetapi cukup untuk membaca arah.
Jika konsolidasi yang sudah dilakukan mampu diterjemahkan menjadi percepatan program di tahun kedua dan ketiga, maka pemerintahan ini berpotensi meninggalkan jejak pembangunan yang signifikan.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga stabilitas, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” pungkas Memed.
Editor: Abdul Rozak











