SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto terus digulirkan, program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Anggaran ratusan triliun pun digulirkan dari pusat untuk memenuhi kebutuhan di daerah.
Namun, dalam pelaksanaannya, program ini masih menemui berbagai tantangan khususnya dalam distribusi. Di Banten, distribusi MBG masih terfokuskan kepada anak sekolah, sementara sasaran lainnya seperti ibu hamil, menyusui, balita hingga kalangan lanjut usia atau lansia belum bisa merata.
Informasi yang dihimpun, dari 1.082 dapur MBG di Banten, baru 23 persennya yang mendistribusikan MBG kepada kalangan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Padahal, pada tahun 2026 ini tercatat terdapat 32 ribu ibu hamil yang harusnya ikut mendapatkan santapan menu MBG itu.
Hal diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandhi dalam kegiatan Konsolidasi Mitra Kerja bersama Pemerintah Daerah Provinsi Banten dan Satgas MBG Provinsi Banten yang digelar oleh Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Banten di Pendopo Gubernur Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (4/3/2026) kemarin.
Deden mengapresiasi acara yang bertujuan untuk menyamakan persepsi penanganan MBG, terutama yang berkaitan dengan ibu hamil, menyusui, dan juga anak balita. “Harapannya setelah kita ada konsolidasi seperti ini, program ini lebih sat set gitu, lebih cepat di terima oleh masyarakat,”katanya.
Soal MBG yang belum merata, Deden yang juga sebagai Ketua Satgas MBG Banten ini mengaku akan terus melakukan akselerasi agar semua penerima kategori 3B itu dapat menerima MBG ini.
Menurutnya, MBG ini bukan hanya soal pemberian makanan saja, namun tentang pemenuhan gizi bagi para penerimanya. Maka dari itu, pihaknya berharap adanya keterlibatan dari semua pihak untuk mengawal program ini agar bisa tepat sasaran, dan tepat gizi.
“Ini merupakan tugas kita semua untuk bagaimana memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dalam upaya mengentaskan permasalahan stunting di masyarakat,”tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











