CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tidak hanya menutup akses kendaraan menuju lokasi pertambangan di Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, tetapi juga menyiapkan pengawasan ketat di lokasi tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, pemerintah akan menempatkan petugas secara bergantian untuk menjaga lokasi penutupan akses jalan tersebut.
“Ke depan lokasi ini akan dijaga selama 24 jam oleh Satpol PP, Kodim, Dishub, serta dibantu Karang Taruna dengan sistem tiga shift,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendirikan tenda posko di lokasi sebagai pusat pengawasan aktivitas kendaraan tambang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan tambang tidak lagi menggunakan akses jalan milik Pemerintah Kota Cilegon.
Sebelum penutupan permanen dilakukan, pemerintah masih memberikan kesempatan kepada kendaraan yang berada di dalam area tambang untuk keluar dari lokasi.
“Hari ini kita beri kesempatan sampai sore agar kendaraan yang masih di dalam tambang keluar dulu semua,” katanya.
Sementara itu, pemerintah juga telah melakukan pembersihan lumpur yang sebelumnya menutup badan jalan.
Bahkan, mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menyiram lumpur agar jalan kembali bersih dan aman dilalui kendaraan.
“Kemarin sudah kita bersihkan, tapi karena masih ada aktivitas tambang lumpur muncul lagi. Hari ini, Damkar kita turunkan untuk menyiram jalan,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











