PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menyiagakan rumah sakit dan Puskesmas selama arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah untuk mengantisipasi kondisi darurat medis.
Asisten Daerah (Asda) I Setda Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, kesiapsiagaan itu dilakukan melalui koordinasi bersama TNI, Polri, dan instansi terkait.
“Kita sudah bekerja sama dengan Polres Pandeglang. Kemarin juga dilakukan upacara kesiapsiagaan mudik. Pihak Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah berkolaborasi menyiapkan lima posko pengamanan,” kata Doni Hermawan, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, lebih dari 400 personel diterjunkan untuk mendukung kelancaran arus mudik di Kabupaten Pandeglang. Personel tersebut berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.
“Pemda melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, serta unsur lainnya yang bertugas di posko untuk membantu kelancaran arus mudik,” ujarnya.
Menurut Doni, layanan kesehatan menjadi salah satu fokus dalam pengamanan mudik. Karena itu, rumah sakit, Puskesmas, serta tenaga kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan cepat jika terjadi keadaan darurat.
“Rumah sakit sudah kita siagakan. Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga kesehatan yang stand by memonitor pelaksanaan mudik di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Pemkab Pandeglang juga mengantisipasi potensi gangguan cuaca seperti hujan deras dan angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau banjir di jalur mudik.
“Cuaca sekarang tidak menentu, bisa hujan dan angin kencang. Kita antisipasi kemungkinan pohon tumbang atau banjir yang bisa mengganggu arus mudik,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan diperkuat karena jumlah pemudik tahun ini diprediksi meningkat hingga 56 persen dibandingkan 2025.
“Karena ada prediksi peningkatan pemudik sekitar 56 persen, maka kesiapsiagaan kita harus lebih serius agar arus mudik tetap aman dan lancar,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











