SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Pendopo Gubernur Banten, Rabu, 1 April 2026.
Kolaborasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) guna mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga di Provinsi Banten.
Ketua Baznas Banten, Wawan Wahyuddin, mengatakan sinergi tersebut menjadi langkah konkret dalam memperluas peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.
“Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen memperkuat peran zakat dalam mendukung program-program pembangunan keluarga, termasuk penanggulangan stunting dan peningkatan kualitas keluarga,” ujarnya.
Kerja sama antara Baznas Banten dan BKKBN difokuskan pada dukungan terhadap sejumlah program prioritas, seperti peningkatan kualitas keluarga, penguatan ketahanan keluarga, hingga percepatan penurunan angka stunting.
Menurut Wawan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas dan tepat sasaran.
“Kolaborasi ini penting agar zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berdampak pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Selain memperkuat program, kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan ZIS dan DSKL di Provinsi Banten.
Baznas Banten optimistis, dengan dukungan program pemerintah di bidang kependudukan, penyaluran dana sosial keagamaan dapat lebih terarah dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Penghimpunan ZIS dan DSKL akan lebih optimal, dan pendistribusiannya diharapkan bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan berdaya,” tambah Wawan.
Sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah ini diharapkan menjadi model kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui integrasi program, bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mendukung pembangunan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target pembangunan kependudukan dan keluarga di Provinsi Banten.
Editor: Agus Priwandono











