SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten saat ini tengah mengkaji wacana penjemputan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten. Penjemputan ini diwacanakan sebagai baguan efiensi energi ditengah panasnya geopolitik global yang berdampak pada sektor energi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, Ai Dewi Suzana, mengungkapkan bahwa pemetaan jalur jemputan sudah mulai dibicarakan secara internal. Beberapa titik strategis di Kota Serang yang menjadi konsentrasi tempat tinggal pegawai akan menjadi prioritas rute awal.
“Wacana rutenya meliputi jalur Cinanggung, Ciceri, Kebon Jahe menuju KP3B, hingga wilayah Kepandean. Harapannya tentu memudahkan mobilitas pegawai sekaligus mendukung penghematan energi secara kolektif,” kata Ai Dewi, Jumat 10 April 2026.
Meski wacana ini menguat, realisasinya tetap bergantung pada lampu hijau dari pimpinan dan kesiapan anggaran operasional. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, mengingatkan bahwa pengoperasian layanan transportasi massal memerlukan perhitungan teknis yang matang, terutama terkait fluktuasi biaya BBM dan biaya sewa armada.
“Ini masih tahap pembicaraan awal. Kami harus menghitung rincian teknisnya dulu. Jika sudah ada keputusan dari Gubernur, barulah anggaran operasionalnya bisa kita pastikan sumbernya,” jelas Tri.
Jika kajian ini rampung dan regulasi disahkan, para ASN Banten ke depannya tidak lagi perlu pusing memikirkan biaya parkir atau kemacetan di jalan, cukup menunggu di titik jemputan untuk berangkat bersama ke meja kerja.
Editor: Bayu Mulyana











