SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang menaikkan target pendapatan daerah pada tahun 2026 menjadi Rp 3,4 miliar.
Target tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran Rp1,95 miliar.
Kenaikan target ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perdagangan dan pengelolaan aset daerah.
Pemerintah Kota Serang menilai, sektor ini masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan.
Tahun 2025, Dinkopukmperindag menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,9 miliar.
Namun dalam realisasinya, capaian pendapatan justru melampaui target dengan angka mencapai Rp 2,6 miliar.
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan kenaikan target tersebut didasarkan pada evaluasi capaian tahun sebelumnya yang dinilai cukup positif.
“Total target tahun ini Rp 3,4 miliar, bersumber dari sewa Barang Milik Daerah (BMD) dan retribusi kios serta los di pasar,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.
Menurut Wahyu, sumber utama pendapatan masih berasal dari pemanfaatan aset daerah, khususnya kios dan los di sejumlah pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah.
Ia menyebutkan, salah satu penyumbang terbesar pendapatan berasal dari Pasar Kepandean. Namun, untuk rincian kontribusi angka per lokasi, pihaknya masih mengacu pada data internal dinas.
“Potensi terbesar memang dari Pasar Kepandean, tapi detail kontribusinya masih kita lihat dari data yang ada,” katanya.
Meski target mengalami kenaikan cukup tinggi, realisasi pendapatan hingga triwulan pertama tahun 2026 baru mencapai sekitar 17 persen dari total target yang ditetapkan.
Capaian tersebut dinilai masih perlu didorong secara maksimal agar target tahunan bisa tercapai. DinkopUKMperindag pun mulai menyiapkan sejumlah strategi percepatan.
“Realisasi sampai triwulan pertama ini baru sekitar 17 persen, jadi masih perlu kita genjot di triwulan berikutnya,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











