CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – PT Cabot Indonesia menyerahkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Muhajir, warga Lingkungan Kelelet, RT 02 RW 03, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, pada Selasa, 2 Juni 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan industri.
Camat Citangkil, Ikhlasinnufus mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam mendukung program penanganan RTLH di Kota Cilegon.
“Pada pagi hari ini kami menghadiri serah terima bantuan renovasi rumah tidak layak huni. Rumah ini dibangun atas kerja sama PT Cabot Indonesia dan juga melibatkan Perkim. Alhamdulillah, sekarang rumah ini sudah layak huni,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah milik Muhajir yang berprofesi sebagai juru parkir dengan delapan orang anak itu sangat memprihatinkan.
“Kondisi sebelumnya masih berupa bata merah tanpa plester, lantainya tanah, kamar mandi tidak layak, dan atapnya banyak yang bolong. Setelah direnovasi sekarang sudah memiliki kamar yang lebih baik, kamar mandi tertutup, lantai sudah disemen, dan secara keseluruhan jauh lebih representatif untuk ditempati,” ujarnya.
Menurut Ikhlasinnufus, Pemerintah Kecamatan Citangkil terus melakukan pendataan rumah tidak layak huni yang ada di wilayahnya untuk diusulkan kepada Pemerintah Kota Cilegon.
Sementara itu, Perwakilan PT Cabot Indonesia, Febri Handriadi, mengatakan program bedah rumah tersebut merupakan bentuk kehadiran perusahaan di tengah masyarakat Kota Cilegon.
“Alhamdulillah ini merupakan bagian dari kehadiran kami sebagai industri yang berada di Kota Cilegon. Program CSR kami menyasar beberapa sektor, terutama kesehatan dan pendidikan. Kegiatan bedah rumah ini masuk dalam dua aspek tersebut,” katanya.
Menurut Febri, hunian yang layak akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan penghuni rumah sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak.
“Kenapa kesehatan, karena masyarakat bisa hidup lebih sehat apabila tempat tinggalnya dalam kondisi baik. Kemudian dari sisi pendidikan, anak-anak dapat belajar dengan nyaman di rumah sehingga mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka,” tuturnya.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Agus Priwandono











