CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Suryati (67) masih terkulai lemas di atas ranjang ruang rawat inap Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon. Dari ujung matanya menetes air mata seiring dengan keluarnya kata terima kasih dari mulutnya. Terdengar lirih, namun terasa penuh rasa syukur.
Suryati saat itu usai menjalani operasi akibat sakit batu empedu yang dideritanya. Sesekali ia menunjukkan titik lokasi operasi di bagian perutnya.
Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu meneteskan air mata bukan semata-mata karena menahan rasa sakit pasca operasi tapi juga karena haru karena bisa menjalani operasi tanpa harus menghawatirkan biaya. Bukan karena Suryati memiliki banyak uang, tapi karena perempuan kelahiran Juni 1959 itu terjamin oleh Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah. Terima kasih sama rumah sakit, sama perawat, baik sekali,” tutur Suryati lirih.
Kata Suryati, tercovernya biaya operasi dan seluruh pengobatan oleh BPJS Kesehatan sangat membantu penisunan seperti dirinya. Adanya BPJS Kesehatan, mengurangi tekanan masyarakat yang alami sakit parah seperti dirinya.
Bayang-bayang biaya pengobatan yang sangat mahal kerap menjadi tekanan yang membuat kondisi semakin buruk.
Karena itu, Suryati berharap besar program BPJS Kesehatan mendapatkan dukungan dari semua pihak dan bisa tetap bertahan.
“Kasihan orang lain yang lagi sakit, sedangkan kita ga punya uang, butuh pertolongan, untung ada BPJS (Kesehatan-red),” ujarnya.
Suryati bercerita, meskipun menggunakan BPJS Kesehatan, pelayanan medis yang diterimanya sangat baik.
Lima hari menjalani perawatan di RSKM, pelayanan kesehatan yang diterimanya cepat, mudah, dan responsip.
“Ganti obat terus terusan, ga usah kita manggil manggil, perawatnya sudah ada sesuai jadwal,” ujarnya.
Suryati juga tidak mengeluarkan biaya tambahan apapun termasuk membeli obat. (*)











