CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah (Instal). Perubahan status tersebut menjadikan Instal sebagai institut agama Islam pertama yang berdiri di Kota Cilegon sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI nomor 595 Tahun 2026
Ketua STIT Al Khairiyah, Ahmad Munji mengatakan, perubahan status tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama (KMA). “Alhamdulillah, kemarin Keputusan Menteri Agama terkait perubahan STIT menjadi Institut Agama Islam Al Khairiyah sudah sah. Ini merupakan institut agama pertama di Kota Cilegon,” katanya, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, Surat Keputusan (SK) perubahan status tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Subdirektorat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Asro’i, di kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Jakarta, Rabu, 11 Juni 2026.
Menurut Munji, proses perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut memerlukan waktu sekitar enam bulan sejak pengajuan dilakukan. “Proses pengajuan dari STIT menjadi institut berlangsung selama enam bulan. Mulai hari ini kami sudah bisa mempromosikan Institut Al Khairiyah kepada masyarakat,” ujarnya.
Institut Agama Islam Al Khairiyah Miliki 3 Fakultas
Saat ini, Instal memiliki tiga fakultas dengan enam program studi (prodi). Fakultas Tarbiyah menaungi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sementara Fakultas Syariah memiliki Program Studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah. Sementara Manajemen Haji dan Umroh masih dalam proses pengajuan. Kemudian Fakultas Dakwah dengan satu Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Sementara Bimbingan Konseling Islam yang masih dalam proses.
“Selain itu, program pascasarjana juga sudah diajukan dan mudah-mudahan pada Juli nanti sudah memasuki tahap asesmen,” katanya. Dalam waktu dua bulan ke depan, pihak kampus akan fokus pada proses migrasi administrasi dan akademik dari STIT menjadi institut.
“Kami berharap pada Desember mendatang sudah dapat meluluskan sarjana atas nama Institut Al Khairiyah,” ujarnya. Munji menuturkan, perubahan status tersebut merupakan amanat yang telah lama diharapkan oleh keluarga besar Al Khairiyah, termasuk Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah.
“Ini merupakan harapan seluruh warga Al Khairiyah dan amanat dari Ketua Umum PB Al Khairiyah kepada Saya. Alhamdulillah sebelum dua tahun masa jabatan saya berakhir, amanah itu bisa kami tunaikan,” tuturnya. Ia menambahkan, kehadiran Institut Al Khairiyah diharapkan dapat memperluas peluang karier bagi para alumni Al Khairiyah.
Tidak hanya menjadi tenaga pendidik, lulusan juga dapat berkiprah di bidang ekonomi syariah, perbankan syariah, hingga dakwah Islam. “Ke depan alumni Al Khairiyah memiliki lebih banyak pilihan karier sesuai kompetensi yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











