LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Proses perekrutan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah selesai dilaksanakan. Para peserta yang lolos seleksi kini mulai mengikuti pelatihan dan retret selama tiga bulan di sejumlah lokasi di sekitar Jakarta.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Siangsa, mengatakan bahwa proses rekrutmen dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan saat ini telah memasuki tahap pembekalan bagi para calon manajer.
“Perekrutan Manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan kebijakan Kemenkop dan PT Agrinas. Rekrutmen dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan saat ini prosesnya sudah selesai. Para manajer mulai mengikuti pelatihan dan retret selama tiga bulan di beberapa lokasi yang dekat dengan Jakarta,” kata Imam, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima informasi mengenai jumlah manajer yang akan ditempatkan di Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten.
“Sampai sekarang daerah belum mendapatkan informasi berapa jumlah manajer yang nantinya akan disalurkan ke KDMP di Lebak atau Banten. Kami juga belum mengetahui berapa kuota manajer yang akan diberikan,” ujarnya.
Imam menjelaskan, informasi yang diterima sejauh ini adalah Pemerintah Pusat membuka seleksi sebanyak 30 ribu calon manajer KDMP. Namun, penempatan mereka di desa-desa tertentu masih belum diumumkan.
“Yang baru kami ketahui, mereka membuka seleksi untuk 30 ribu manajer koperasi. Untuk penempatannya di desa mana saja, sampai saat ini belum ada informasinya,” katanya.
Terkait tugasnya, manajer KDMP akan berperan dalam mengelola dan menata tata kelola koperasi, khususnya yang berkaitan dengan unit-unit usaha yang dimiliki koperasi.
Dalam menjalankan tugasnya, manajer KDMP akan bersinergi dengan pengurus koperasi yang sudah ada.
“Manajer KDMP bertugas mengelola dan memperkuat tata kelola koperasi, terutama pada unit bisnis yang ada di koperasi. Nantinya mereka akan bekerja sama dan bersinergi dengan pengurus koperasi,” jelas Imam.
Ia menambahkan, para manajer KDMP akan memperoleh gaji dari PT Agrinas, sehingga status kepegawaiannya berada di bawah perusahaan tersebut.
“Gaji mereka berasal dari PT Agrinas, sehingga mereka menjadi bagian dari pegawai BUMN,” ujarnya.
Imam memperkirakan, para manajer yang saat ini menjalani pelatihan dan retret akan mulai dikirim ke daerah pada akhir Agustus atau awal September 2026.
“Kemungkinan setelah menyelesaikan pelatihan dan retret, mereka akan mulai dikirim ke daerah sekitar akhir Agustus atau awal September,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











