KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin pesat, termasuk dalam penggunaan deepfake, yaitu teknik manipulasi digital yang mampu mengubah wajah atau suara seseorang dengan sangat meyakinkan.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin rentan tertipu oleh konten digital yang seolah-olah tampak asli.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.
“Konten deepfake kini semakin sulit dibedakan dari yang asli. Masyarakat perlu membekali diri dengan pengetahuan agar tidak mudah tertipu,” ujarnya, Minggu 16 November 2025.
Menurut Mugiya, teknologi deepfake AI yang mulai berkembang sejak 2017 kini memiliki dampak besar dalam berbagai sektor seperti politik, hiburan, hingga keamanan data pribadi.
Manipulasi visual dan audio bermutu tinggi tersebut dapat digunakan untuk merusak reputasi seseorang, menyebarkan berita palsu, hingga modus penipuan yang merugikan masyarakat.
“Manipulasi deepfake dapat merusak reputasi seseorang dan menyebarkan informasi yang menyesatkan. Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap tanda-tanda konten palsu sangat penting untuk menjaga keamanan ruang digital,” jelasnya.
//8 Cara Kenali Ciri-Ciri Deepfake Agar Tidak Tertipu
Diskominfo Kota Tangerang membagikan delapan langkah mudah yang dapat digunakan untuk mendeteksi keaslian konten digital, terutama video atau audio yang berpotensi dimanipulasi menggunakan AI:
- Perhatikan Wajah
Ekspresi yang kaku, tidak wajar, atau gerakan wajah yang tidak sinkron dengan tubuh bisa menjadi ciri deepfake. - Cek Pipi dan Dahi
Tekstur kulit yang terlalu halus atau tidak sesuai usia patut dicurigai. - Amati Mata dan Alis
Pencahayaan yang tidak konsisten atau bayangan aneh pada mata dan alis dapat mengindikasikan manipulasi. - Jika Menggunakan Kacamata
Perhatikan pantulan cahaya. Deepfake sering gagal mereplikasi pantulan sesuai gerakan kepala. - Rambut Wajah
Kumis, jenggot, atau cambang yang tampak menempel atau tidak menyatu dengan kulit merupakan tanda tidak asli. - Tahi Lalat
Tahi lalat yang bergerak, hilang, atau berubah bentuk bisa menunjukkan adanya rekonstruksi AI. - Kedipan Mata
Deepfake sering memiliki pola kedipan yang tidak normal—terlalu sering atau terlalu jarang. - Gerakan Bibir
Ketidaksesuaian antara suara dan gerakan bibir menjadi salah satu titik lemah teknologi deepfake.
Editor: Abdul Rozak











