KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) segera merealisasikan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang kembali terjadi selama musim kemarau.
Sudah hampir dua pekan warga di kawasan tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selama ini kebutuhan air dipenuhi melalui distribusi bantuan dari Pemkot Tangsel, namun warga menilai keberadaan sumur bor akan menjadi solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ketua RW 02 Kampung Koceak, Nasrullah, mengatakan usulan pembangunan sumur bor sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi.
“Usulan itu sudah lama kami sampaikan. Harapan kami sekarang bisa segera diwujudkan karena masyarakat sangat membutuhkan sumber air yang tetap tersedia saat musim kemarau,” ujarnya, Sabtu 18 Juli 2026.
Menurut Nasrullah, kendala lahan yang sebelumnya menjadi hambatan kini mulai teratasi. Sejumlah warga telah menyatakan kesediaannya menyediakan sebagian lahannya untuk lokasi pembangunan fasilitas umum berupa sumur bor, menara penampung air (toren), maupun MCK.
“Sudah ada warga yang bersedia memberikan lahannya untuk kepentingan bersama. Jadi kami berharap tidak ada lagi kendala sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila sumur bor telah dibangun, pengelolaan dan pendistribusian air kepada warga akan difasilitasi oleh pengurus RT dan RW, baik melalui jaringan pipa maupun mekanisme lain yang disepakati bersama.
“Kami berharap nantinya air bersih tidak hanya tersedia, tetapi juga bisa didistribusikan secara merata sehingga seluruh warga dapat merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, hingga pertengahan Juli 2026, kekeringan telah melanda empat titik dengan total 95 kepala keluarga terdampak.
Pemkot Tangsel juga terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.
Editor Daru











