SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Krisis air bersih kembali melanda Kampung Kebasiran, Kelurahan Sawahluhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Selama sekitar satu bulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan debit air sungai terus menurun.
Kondisi tersebut menjadi persoalan tahunan yang hingga kini belum memiliki solusi permanen. Selama ini, sebagian besar warga mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saat musim kemarau, pasokan air semakin berkurang sehingga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
Perwakilan Kelurahan Sawahluhur, Suhroni, mengatakan krisis air bersih selalu terjadi setiap musim kemarau. Menurutnya, kebutuhan air bersih warga menjadi sangat mendesak ketika sungai mulai mengering.
“Kalau musim kemarau, kebutuhan air bersih di sini memang sangat mendesak,” katanya, Jumat, 24 Juli 2026.
Suhroni menjelaskan, hingga kini wilayah Sawahluhur belum terlayani jaringan Perumda Air Minum (PDAM). Di sisi lain, air tanah di kawasan tersebut memiliki kadar garam yang tinggi sehingga tidak layak dikonsumsi.
Berbagai upaya pengeboran sumur bor juga belum membuahkan hasil. Bahkan, beberapa kali pengeboran justru mengeluarkan gas.
“Kalau membuat sumur bor tidak bisa. Beberapa kali pengeboran yang keluar justru gas. Sumur biasa juga airnya asin. Akhirnya masyarakat mengandalkan air sungai. Ketika sungai mengering saat kemarau, warga terpaksa membeli air bersih,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, warga harus membeli air bersih dengan harga sekitar Rp20 ribu untuk satu gerobak berisi 10 jeriken. Pengeluaran masyarakat pun meningkat ketika musim kemarau berlangsung lebih lama.
Di tengah krisis air bersih yang dialami warga, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang menyalurkan bantuan lima truk tangki air bersih dengan total lebih dari 30 ribu liter ke Kampung Kebasiran.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
“Kami melihat selama beberapa bulan terakhir masyarakat sangat membutuhkan air bersih. Karena itu kami tergerak untuk membantu warga,” katanya.
Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya memetakan wilayah yang mengalami krisis air bersih agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Kami akan terus membantu masyarakat. Namun sebelumnya kami akan memetakan daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih sehingga penyaluran bantuan bisa tepat sasaran,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











