SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan seluruh kelurahan di wilayahnya berstatus Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS) pada 2027. Target tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari Program Serang Sehat.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan percepatan penanganan sanitasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan program saat ini didukung melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa sehingga belum menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Alhamdulillah ini semua tanpa APBD, ini kolaborasi antara kita dengan Dompet Dhuafa. Mudah-mudahan program kesehatan ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjadi bagian dari Program Serang Sehat yang strategis,” ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.
Budi menjelaskan, kerja sama dengan lembaga filantropi, dunia usaha, maupun berbagai mitra lainnya akan terus diperluas agar wilayah yang masih memiliki praktik BABS dapat segera memperoleh intervensi.
“Percepatan ini bagian dari kolaborasi kami dengan Dompet Dhuafa. Tanpa APBD,” katanya.
Ia menambahkan, apabila masih terdapat kebutuhan yang belum dapat dipenuhi melalui skema kolaborasi, pemerintah akan mengalokasikan anggaran melalui APBD Tahun Anggaran 2027.
“Sisanya nanti kita bisa pakai APBD di tahun 2027. Saya targetnya 2027 selesai. Nanti kita lakukan pembahasan untuk 2027 agar program ini tuntas,” tegasnya.
Menurut Budi, keberhasilan mewujudkan seluruh kelurahan berstatus ODF tidak hanya meningkatkan kualitas sanitasi, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menekan risiko penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya lingkungan yang sehat, bersih, dan layak huni bagi seluruh masyarakat Kota Serang.
Editor: Mastur Huda











