SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Produksi padi di Provinsi Banten terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2026, realisasi produksi padi mencapai 1.214.654 ton atau sekitar 74 persen dari target tahunan sebesar 1.859.348 ton.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan realisasi luas tanam padi yang juga telah mencapai 74 persen dari target tahunan seluas 350.060 hektare.
“Untuk realisasi, luas tanam padi telah mencapai 74 persen dari target tahunan dengan produksi mencapai 1.214.654 ton,” kata Andra, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain padi, komoditas jagung juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan tahun, produksi jagung mencapai 42.996 ton dari target tahunan sebesar 58.494 ton, dengan target luas panen mencapai 8.131 hektare.
Menurut Andra, sektor pertanian kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Banten pada Triwulan I 2026 mencapai 5,64 persen. Dari seluruh lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 17,88 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Untuk mengejar target produksi hingga akhir tahun sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional, Pemerintah Provinsi Banten terus mempercepat berbagai program strategis di sektor pertanian.
Program tersebut meliputi percepatan luas tambah tanam, optimalisasi lahan, pengembangan kawasan jagung, serta peningkatan kualitas pendampingan bagi penyuluh pertanian.
Andra juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, kementerian, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga kelompok tani untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Provinsi Banten,” katanya.
Editor : Aas Arbi










