KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan seluruh venue untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 telah siap digunakan.
Saat ini, panitia hanya melakukan penyesuaian akhir berdasarkan rekomendasi dari technical delegate (TD) masing-masing cabang olahraga.
Ketua Panitia Besar Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan koordinasi persiapan terus berjalan meski sebelumnya dirinya sempat menjalani cuti tahunan.
Laporan dari seluruh bidang kepanitiaan telah diterima dan akan dievaluasi dalam rapat yang digelar pekan ini.
“Kami terus memastikan setiap bidang bekerja sesuai jadwal. Seluruh venue pada dasarnya sudah tersedia, tinggal dilakukan penyesuaian teknis sesuai hasil verifikasi technical delegate agar seluruh pertandingan dapat berlangsung sesuai standar,” ujar Pilar, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dari total 60 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, seluruh kebutuhan venue telah terpenuhi. Beberapa cabang olahraga memiliki lebih dari satu alternatif lokasi sehingga panitia akan menentukan venue terbaik berdasarkan hasil penilaian TD.
Menurut Pilar, sebagian besar fasilitas olahraga milik Pemkot Tangsel telah siap digunakan. Namun, sejumlah venue masih dalam tahap penyempurnaan, salah satunya lapangan softball di kawasan Alam Sutera yang masih menjalani proses renovasi.
Untuk cabang olahraga yang membutuhkan lokasi dengan karakteristik khusus, panitia menyiapkan venue di luar Kota Tangsel. Cabang olahraga layar direncanakan berlangsung di kawasan Sawarna, Kabupaten Lebak, sedangkan motocross diproyeksikan digelar di sirkuit Kabupaten Tangerang karena memenuhi standar teknis pertandingan.
Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–23 November 2026. Ajang olahraga terbesar di Provinsi Banten tersebut diperkirakan diikuti ribuan atlet dan ofisial.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Porprov VII Banten 2026 juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi Kota Tangsel, khususnya sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, dan pelaku UMKM.
Editor: Mastur Huda












