SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kekeringan di Kabupaten Serang semakin meluas. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, sedikitnya delapan kecamatan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air yang biasa digunakan warga mulai mengering.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengusulkan peningkatan status penanganan menjadi siaga darurat bencana. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara lebih maksimal.
Surat Keputusan (SK) peningkatan status tersebut kini sudah berada di meja Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, dan menunggu untuk ditandatangani.
Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Fakih, mengatakan jumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Serang terus bertambah. Saat ini, terdapat sekitar delapan kecamatan yang telah meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Serang.
“Tersebar di beberapa kampung, bervariasi. Sementara yang paling banyak permintaannya datang dari Kecamatan Tanara dan Carenang,” kata Fakih, Senin, 10 Agustus 2026.
Fakih menjelaskan, sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai menyusut. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semakin meluas titiknya,” tegasnya.
Menurutnya, bertambahnya titik kekeringan menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD Kabupaten Serang. Terlebih, salah satu armada yang biasa digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih saat ini mengalami kerusakan.
“Dari dua armada yang dimiliki, satu sedang dalam perbaikan, jadi hanya satu yang kita pergunakan. Jadi pendistribusiannya tidak bisa maksimal karena keterbatasan armada. Namun kita usulkan ke BPBD Provinsi untuk bantuan armada,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan armada, BPBD Kabupaten Serang terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Fakih mengatakan, penanganan kekeringan di Kabupaten Serang juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya TNI, Polri, Perumda Tirta Al-Bantani, serta sejumlah perusahaan yang berada di Kabupaten Serang.
“Dibantu oleh pihak lain. Kita juga berupaya menyiapkan data center yang bisa digunakan agar pendistribusian bisa lebih merata,” katanya.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk memperkuat penanganan kekeringan, BPBD Kabupaten Serang telah mengajukan peningkatan status menjadi siaga darurat bencana kepada Bupati Serang.
Fakih mengatakan, SK tersebut saat ini masih berada di bagian hukum dan diharapkan segera ditandatangani.
“Kita sedang mengajukan ke Bupati untuk peningkatan status ke siaga darurat bencana. Saat ini SK-nya sudah di bagian hukum, semoga bisa segera ditandatangani,” terangnya.
Setelah SK ditandatangani, BPBD Kabupaten Serang akan mengajukan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Serang.
“Belum bisa menggunakan BTT, namun di siaga darurat kita bisa mengajukan permohonan ke BNPB untuk bantuan BSP. Nanti bentuknya apakah anggaran ataupun yang lain sebagainya, nanti akan kita pergunakan untuk penanganan bencana,” tegasnya.
Fakih menambahkan, status penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Serang masih berpotensi ditingkatkan apabila jumlah wilayah terdampak terus bertambah.
Saat ini, jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan belum mencapai setengah dari total kecamatan di Kabupaten Serang. Karena itu, status yang diusulkan masih berupa siaga darurat bencana.
“Saat ini jumlah yang terdampak belum setengahnya dari jumlah kecamatan, makanya kita baru tetapkan status siaga darurat. Tapi tidak menutup kemungkinan statusnya naik,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani – Editor: Aas Arbi












