SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan revitalisasi Alun-alun Kota Serang terus dikebut setelah mulai dikerjakan pada Juni 2026. Hingga Senin, 7 September 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 22 hingga 25 persen.
Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang memastikan proyek strategis daerah tersebut terus berjalan. Proyek dengan anggaran Rp48,5 miliar itu diproyeksikan berlangsung selama sekitar 200 hari kerja.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan saat ini pengerjaan meliputi bagian bangunan dan pembongkaran bangunan lama. Progres pembangunan belum sepenuhnya terlihat karena pekerjaan masih mencakup pemerataan dan pembongkaran.
“Jadi total progres itu kalau saat ini sekitar 22 sampai 25 persen. Karena banyak yang modifikasi. Seperti pembersihan, kemudian pembuatan tugu golok dan persiapan pemasangan untuk air mancur,” kata Iwan ditemui di halaman Kantor Setda Kota Serang, Senin, 7 September 2026.
Iwan mengatakan pengerjaan revitalisasi Alun-alun Kota Serang dilakukan di seluruh zona secara bersamaan. Menurut dia, tidak ada bagian tertentu yang menjadi satu-satunya fokus pengerjaan karena pembangunan dilakukan berdasarkan pembagian zona.
“Kalau bicara fokus saya tidak memfokuskan semua karena tidak parsial. Semua lini harus cepat diselesaikan sesuai dengan yang kita guiding berdasarkan zona. Untuk mempermudah pengawasan dan juga mempermudah pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Iwan menyampaikan terdapat dua pembangunan besar yang saat ini menjadi bagian dari pengerjaan, yakni Tugu Golok dan air mancur. Sementara itu, bagian bangunan lainnya disebut tinggal melengkapi.
Iwan menegaskan pembangunan Alun-alun Kota Serang ditargetkan selesai sesuai dengan kontrak pekerjaan.
“Kalau untuk target sendiri yang melihat dari progres selesai 6 bulan. Desember rampung, sesuai dengan kontrak Desember,” tambahnya.
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang merupakan proyek strategis daerah yang diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Kota Serang setelah pembangunan Royal Baroe yang menjadi wisata pedestrian.
Reporter: Nurandi – Editor: Aas Arbi












