Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University mengajak masyarakat Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, untuk membangun kesadaran hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui rangkaian kegiatan Praktik Farmasi Sosial (PFS) di RPTRA Cambella. Kegiatan ini menjadi bagian dari penerapan pembelajaran mahasiswa di tengah masyarakat melalui berbagai program edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, pemanfaatan tanaman obat, pengelolaan lingkungan, hingga kegiatan pemberdayaan bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat.
Sebanyak sembilan mahasiswa Program Studi Farmasi terlibat dalam kegiatan ini, yaitu Muhammad Fikar Prayuda, Rara Indah Oktavia, Halimah, Rifanj Aprilia Putri, Mutiara Ghaitsa Putri Irawati, Dwi Oi Fernanda Putri, Salma Ayu Rizqi Nabila, Zalfa Khairunnisa, dan Meydinah Dirta Ibrahim.
Rangkaian Praktik Farmasi Sosial tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan apt. Hermanus Ehe Hurit, M.Farm. selaku dosen pendamping. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan kefarmasian yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Dari Edukasi Bahaya Rokok hingga Pencegahan TBC
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Praktik Farmasi Sosial di RPTRA Cambella. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan dari masyarakat dan menjadi awal pelaksanaan berbagai program yang dirancang untuk menjawab kebutuhan warga. Salah satu perhatian mahasiswa adalah upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia remaja melalui edukasi mengenai bahaya merokok kepada siswa SMP. Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai berbagai kandungan berbahaya dalam rokok, seperti nikotin, tar, dan karbon monoksida, serta dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan.
Mahasiswa juga mengajak siswa memahami risiko merokok pada usia remaja, termasuk kecanduan nikotin dan gangguan kesehatan yang dapat muncul di kemudian hari. Edukasi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.
Selain menyasar remaja, mahasiswa juga menggelar penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat lanjut usia. Kegiatan yang dilaksanakan di RPTRA Cambella tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Kamal II. Peserta memperoleh informasi mengenai gejala, penularan, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan TBC. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, dan mudah lelah. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan etika batuk, menjaga kebersihan, memperhatikan sirkulasi udara, serta melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang memerlukan perhatian.
TOGA dan Eco Enzyme untuk Lingkungan yang Lebih Sehat
Perhatian terhadap kesehatan masyarakat juga diwujudkan melalui kegiatan berbasis lingkungan. Mahasiswa bersama warga melakukan penanaman dan penataan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan RPTRA Cambella. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan tanaman obat sekaligus mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Melalui kegiatan gotong royong, warga memperoleh edukasi mengenai perawatan serta pemanfaatan tanaman yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar.
Pemanfaatan lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan pembuatan sabun berbahan eco enzyme bersama masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep pemanfaatan eco enzyme sekaligus memberikan demonstrasi dan praktik pembuatan produk bersama warga. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan yang tersedia sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik.
Selain itu, mahasiswa mengajak masyarakat untuk melihat sampah sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan. Melalui kegiatan pemanfaatan barang bekas, warga memperoleh edukasi mengenai pemilahan sampah serta penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Kegiatan tersebut dikemas melalui aktivitas kreatif bersama masyarakat untuk mengolah barang yang masih memiliki nilai guna.
Edukasi Kebersihan melalui Pemanfaatan Serai
Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan edukasi mengenai kebersihan tangan melalui demonstrasi pembuatan produk berbahan daun serai bersama warga. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal pemanfaatan bahan alami dalam aktivitas sehari-hari. Selain praktik bersama, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai bagian dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bertanya serta mengikuti proses praktik secara langsung.
Posyandu Remaja dan Pencegahan Anemia
Perhatian terhadap kesehatan generasi muda diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu Remaja di RPTRA Cambella. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Puskesmas Kamal II dan menyasar remaja di lingkungan sekitar. Peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh edukasi mengenai anemia dan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Petugas kesehatan memberikan informasi mengenai pencegahan anemia serta penggunaan Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran. Mahasiswa turut membantu pelaksanaan kegiatan dan memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi serta penerapan gaya hidup sehat. Melalui kegiatan tersebut, remaja diharapkan dapat mengenali kondisi kesehatannya dan membangun kesadaran untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Ruang Belajar dan Kreativitas bagi Anak
Praktik Farmasi Sosial tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik dan lingkungan. Mahasiswa juga melibatkan anak-anak usia 3–6 tahun dalam kegiatan eksplorasi seni melalui aktivitas menggambar dan mewarnai. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengekspresikan imajinasi mereka melalui kegiatan kreatif dengan pendampingan mahasiswa. Selain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan kreativitas, rasa percaya diri, serta kemampuan motorik halus anak.
Pembelajaran dari Kampus untuk Masyarakat
Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, S.T., M.B.A., IPU, ASEAN Eng., mengatakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kepedulian sosial.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajari di kampus dalam menghadapi persoalan nyata di masyarakat. Melalui Praktik Farmasi Sosial, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan kompetensi kefarmasian, tetapi juga belajar berkomunikasi, berkolaborasi, memahami kebutuhan masyarakat, dan memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuannya,” ujar Rektor.
Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membangun lulusan yang mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami mendorong mahasiswa untuk menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif. Pengalaman langsung di tengah masyarakat akan membentuk kemampuan profesional sekaligus empati dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Menutup Kegiatan, Melanjutkan Manfaat
Seluruh rangkaian kegiatan Praktik Farmasi Sosial kemudian ditutup bersama mahasiswa, pihak kelurahan, serta perwakilan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan program. Penutupan menjadi momentum refleksi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari edukasi kesehatan, pencegahan penyakit, penanaman TOGA, pengelolaan lingkungan, hingga kegiatan pemberdayaan anak dan remaja.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik Farmasi Sosial menjadi bukti bahwa pembelajaran kefarmasian tidak hanya berlangsung di ruang kelas, laboratorium, maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga dapat mengambil peran dalam kegiatan promotif dan preventif melalui edukasi, pemberdayaan, serta kolaborasi bersama masyarakat. Universitas Esa Unggul terus mendorong pengalaman pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di masyarakat. Melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Esa Unggul berkomitmen membentuk lulusan yang unggul, adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional dan global.Informasi lengkap mengenai kegiatan, prestasi dan program unggulan lainnya dapat diakses melalui website resmi Universitas Esa Unggul.












