SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Direktur RSUD Kota Serang, dr. Ahmad Humariadi, meraih penghargaan Radar Banten Awards 2026 atas inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan di RSUD Kota Serang.
Salah satu inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan pelayanan tersebut adalah Gelang Si Mantap atau Situasi Aman Terkendali dan Presisi yang diterapkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Inovasi ini digunakan untuk membantu petugas menentukan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Dengan begitu, pasien yang membutuhkan penanganan lebih cepat dapat diprioritaskan sesuai kondisi medisnya.
Humariadi mengatakan, rumah sakit memiliki tugas memberikan pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis hingga tindakan diagnostik sesuai kebutuhan pasien dan kemampuan sarana yang tersedia.
Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menurutnya perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui inovasi yang dapat membantu petugas memberikan pelayanan kepada pasien.
“Di IGD itu harus triase. Nanti menentukan apakah pasien itu urgens, sangat urgens, atau biasa. Ada indikatornya,” kata Humariadi, Kamis 24 September 2026.
Gelang Si Mantap diterapkan sebagai bagian dari sistem triase di IGD. Terdapat lima warna gelang yang menunjukkan kategori triase pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya.
Kategori tersebut menjadi acuan bagi petugas dalam menentukan urutan prioritas pelayanan. Pasien dengan kondisi paling gawat akan mendapatkan penanganan lebih dahulu, sementara pasien dengan kondisi yang tidak terlalu mendesak tetap dilayani sesuai batas waktu kategorinya.
Sistem ini juga membuat urutan pelayanan di IGD tidak hanya ditentukan berdasarkan waktu kedatangan pasien. Tingkat kegawatdaruratan menjadi faktor utama dalam menentukan pasien yang harus lebih dulu mendapatkan penanganan.
“Bisa jadi yang datang duluan A, yang terakhir B. Karena B ini lebih urgens, bisa jadi yang datang akhir yang duluan. Karena semata-mata urgensinya terbaca di Gelang Si Mantap,” ujarnya.
Menurut Humariadi, penggunaan gelang tersebut juga membantu pasien mengetahui kategori prioritasnya selama berada di IGD. Indikator pada gelang memberikan gambaran mengenai tingkat kegawatdaruratan dan perkiraan waktu penanganan sesuai kategori pasien.
Selain membantu pasien, sistem tersebut digunakan untuk memudahkan petugas mengendalikan arus pelayanan di IGD, terutama ketika jumlah kunjungan meningkat.
Kepadatan pasien di IGD membutuhkan sistem triase yang jelas agar pelayanan tetap berjalan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien.
“Ini mempermudah percepatan pelayanan,” katanya.
Humariadi mengatakan, penghargaan Radar Banten Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap upaya pengembangan pelayanan di RSUD Kota Serang. Inovasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien dan mutu layanan.
Editor: Bayu Mulyana












