SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai sekitar Rp66,3 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut menempatkan Banten di peringkat lima nasional.
Di tengah tingginya investasi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mendorong agar modal yang masuk tidak hanya meningkatkan angka investasi, tetapi juga memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Dialog Strategis Road to Banten Investment Forum (BIF) 2026 bertema “Penguatan Kemitraan Usaha dan Penyiapan SDM Vokasi Siap Kerja untuk Mendukung Investasi Berkualitas di Provinsi Banten”, Rabu 30 September 2026.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengatakan, keterhubungan antara investor, industri, UMKM, dan tenaga kerja lokal perlu diperkuat agar investasi mampu menciptakan nilai tambah yang lebih luas.
Menurutnya, investasi berkualitas bukan sekadar persoalan besarnya modal yang masuk, tetapi juga sejauh mana investasi tersebut mampu membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok dan melibatkan pelaku usaha lokal.
Penguatan UMKM, kata Sofwan, perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, pemahaman pasar, kurasi produk, business matching hingga tindak lanjut setelah kegiatan.
Saat ini, BI Banten memiliki 68 UMKM binaan SIKEPANG dan 439 UMKM mitra yang terus didorong agar semakin terhubung dengan pasar, buyer, pembiayaan, dan rantai pasok industri.
“Penguatan kemitraan dengan UMKM merupakan bagian penting untuk memastikan investasi memberikan dampak yang semakin luas terhadap perekonomian daerah,” kata Sofwan.
Asisten Daerah III Provinsi Banten Rina Dewiyanti menegaskan, kualitas investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal yang ditanamkan.
Investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM dan rantai pasok lokal, mendorong transfer pengetahuan serta teknologi, hingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat Banten.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti menyebut terdapat tiga agenda prioritas untuk memperkuat kualitas investasi di Banten.
Pertama, memperluas kemitraan antara industri atau investor dengan pelaku usaha lokal. Kedua, memperkuat penyiapan SDM vokasi sesuai kebutuhan industri. Ketiga, mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi, khususnya terkait lahan, tata ruang, infrastruktur dan lingkungan.
Penguatan keterkaitan investasi dengan ekonomi lokal dinilai semakin penting karena perekonomian Banten pada triwulan II 2026 tetap tumbuh 5,49 persen secara tahunan.
Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan juga melakukan konsultasi dan networking untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan UMKM serta lembaga pendidikan vokasi.
Editor: Abdul Rozak












