SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memproyeksikan arah pembangunan 2027 dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Program prioritas tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Devid Hermawan mengatakan, pembangunan 2027 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM mencakup aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, guru ngaji, hingga unsur masyarakat lainnya. SDM yang berkualitas dinilai akan berdampak terhadap kemampuan daerah dalam meningkatkan daya saing dan kemandirian masyarakat.
“Kalau program prioritas untuk 2027 hampir sama dengan 2026. Di antaranya kita memastikan yang namanya SDM, terutama ASN, dari segi pengajiannya, guru ngaji, tenaga pendidik, dan lain sebagainya itu bisa aman. Ini menjadi prioritas utama agar masyarakat mampu bersaing dan mandiri,” kata Devid, Kamis 1 Oktober 2026.
Di sektor pendidikan, Pemkab Serang akan meningkatkan akses dan kualitas layanan melalui penguatan sarana dan prasarana sekolah. Optimalisasi fasilitas pendidikan jenjang SD dan SMP akan dilakukan melalui revitalisasi maupun pembangunan sekolah baru.
“Kalau untuk sektor pendidikan, saya sampaikan sama dengan tahun sekarang, bagaimana kita mengoptimalkan prasarana pendidikan SD maupun SMP melalui revitalisasi maupun bangun baru,” ujarnya.
Penguatan sarana pendidikan tersebut diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar sekaligus membantu menekan angka putus sekolah. Dengan layanan pendidikan yang lebih baik, Pemkab Serang menargetkan terbentuknya generasi yang kompeten dan memiliki daya saing.
Sementara di sektor kesehatan, Pemkab Serang akan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu).
Selain pembangunan dan perbaikan fasilitas kesehatan, pemerintah daerah juga akan memperkuat cakupan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), terutama bagi masyarakat kurang mampu.
“Kalau kesehatan itu bagaimana kita meng-cover ataupun memperbaiki prasarana kesehatan seperti puskesmas, pustu, dan terutama untuk meng-cover Jamkesmas,” katanya.
Selain SDM, pendidikan, dan kesehatan, Pemkab Serang juga menyiapkan pembangunan landmark sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah. Landmark akan menjadi penanda kawasan sekaligus dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Devid mengatakan, pembangunan landmark akan diarahkan pada kawasan strategis yang memiliki nilai historis maupun aksesibilitas tinggi. Keberadaan landmark diharapkan dapat menjadi ciri khas sekaligus penanda wilayah bagi masyarakat dan wisatawan.
“Semangatnya landmark ini sebagai ciri khas dari Kabupaten Serang. Lalu penegasan terkait dengan batas, kita membuat landmark tidak sembarangan. Contoh di Anyer, landmark itu untuk menandakan di situ adalah tempat wisata,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda












