• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

26 Tahun Banten, 26 Tahun Radar Banten: Teman Sebaya Mengawal Perjalanan

AdityaRamadhan by AdityaRamadhan
Jumat, 2 Oktober 2026 14:43
in Utama
26 Tahun Banten, 26 Tahun Radar Banten: Teman Sebaya Mengawal Perjalanan

Pemimpin Redaksi Radar Banten, Aditya Ramadhan

Oleh: ADITYA RAMADHAN
Pemimpin Redaksi Radar Banten

“Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak,”

RelatedPosts

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 3)

Jumat, 2 Oktober 2026 08:20
Penutupan U-Turn JLS Cilegon

Dishub Cilegon Evaluasi U-Turn JLS Setelah Dua Kecelakaan Menelan Korban Jiwa

Kamis, 1 Oktober 2026 14:34
Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 2)

Kamis, 1 Oktober 2026 07:08
SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel bagi Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 20:13

Ungkapan luhur itu terasa begitu dekat dengan perjalanan Banten. Ke mana pun pergi, dalam keadaan apa pun, tetap bersama dan saling menguatkan. Mungkin itulah semangat yang paling tepat untuk menggambarkan perjalanan Provinsi Banten dan Radar Banten selama 26 tahun.

Rasanya layak kita mengucapkan selamat dengan cara yang sederhana, tetapi tulus, kepada Pemerintah Provinsi Banten, seluruh pemerintah kabupaten dan kota, dan terutama masyarakat Banten yang selama lebih dari seperempat abad ikut menjadi bagian dari cerita besar ini.

Ada cerita menarik di balik usia 26 tahun tersebut. Radar Banten pertama kali terbit pada 2 Juni 2000, hanya beberapa bulan sebelum Provinsi Banten resmi berdiri pada 4 Oktober 2000. Dengan komitmen menyajikan berita dan informasi seputar Banten yang aktual, akurat, terpercaya, menginspirasi, menjadi suara hati, menghibur, dan menjadi kebanggaan, Radar Banten kemudian berjalan menemani perjalanan Banten hingga akhirnya menjadi sebuah provinsi.

Provinsi Banten dan Radar Banten Group, secara hakikat, dapat disebut sebagai entitas sebaya yang tumbuh hampir bersamaan dalam satu ruang sejarah. Dua entitas yang seumur dan seiring seperjalanan.

Mari sejenak kembali ke Banten pada tahun 2000. Saat itu dinamika sosial kemasyarakatan belum seramai sekarang. Lalu lintas belum sepadat hari ini. Teknologi informasi belum masuk ke hampir setiap sudut kehidupan. Berita tentang Banten pun masih sangat terbatas dibandingkan sekarang.

Di tengah lanskap itulah gagasan tentang Banten sebagai sebuah provinsi diperjuangkan oleh banyak orang. Dari berbagai profesi dan kalangan.

Ada tokoh Banten yang bergerak melalui jalur politik. Ada kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Ada ribuan mahasiswa yang bersuara. Ada organisasi yang ikut mendorong. Ada pula begitu banyak orang yang mendukung, berdoa, dan bekerja dalam senyap tanpa pernah berharap namanya dicatat dalam buku sejarah.

Radar Banten hadir dan mencatat semua itu ketika ceritanya sedang berlangsung. Menemui kelompok masyarakat, menggali aspirasi, dan memberitakan perjuangan pembentukan Provinsi Banten kepada publik.

Radar Banten bukan datang setelah Banten menjadi provinsi. Radar Banten tumbuh ketika Banten sedang mencari bentuk. Mungkin itulah yang membuat perjalanan keduanya memiliki ikatan emosional yang berbeda.

Banten Berubah, Pers Juga Berubah

Dua puluh enam tahun kemudian, wajah Banten tentu sudah jauh berubah. Jalan semakin panjang. Kota semakin ramai. Kawasan industri berkembang. Perguruan tinggi bertambah. Investasi bergerak. Teknologi semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Pemerintahan daerah pun terus berusaha menjawab persoalan yang semakin kompleks. Radar Banten berubah bersama zamannya. Dari koran yang dahulu hadir di pagi hari, kini pemberitaan Banten bergerak melalui media daring, media sosial, dan berbagai kanal informasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui sebuah peristiwa hampir seketika setelah terjadi. Tetapi ada satu hal yang sebenarnya tidak berubah. Masyarakat tetap ingin didengar.

Di balik berita tentang jalan rusak, ada warga yang setiap hari melewatinya.

Di balik berita tentang banjir, ada keluarga yang harus menyelamatkan barang-barangnya. Di balik berita tentang sekolah atau pelayanan kesehatan, ada orang tua yang sedang berharap pemerintah memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Kerja jurnalistik para wartawan Radar sesungguhnya bukan hanya soal menemukan berita.

Ada pekerjaan yang jauh lebih sederhana, tetapi sering kali lebih penting: duduk, mendengar, bertanya, memahami, lalu membawa cerita masyarakat itu ke ruang publik. Begitu pula pemerintah. Di balik sebuah kebijakan, ada perencanaan, anggaran, kewenangan, keterbatasan, dan tanggung jawab yang tidak selalu dapat dijelaskan hanya melalui satu berita. Pemerintah Provinsi Banten tentu membutuhkan ruang untuk menjelaskan apa yang sedang dikerjakan. Sementara masyarakat membutuhkan pers untuk membantu memahami sekaligus mengawasi apa yang dikerjakan pemerintah.

Pada konteks itulah hubungan pemerintah dan media seharusnya dibangun dalam suasana yang sehat. Media tidak harus selalu memuji pemerintah. Pemerintah juga tidak perlu alergi terhadap kritik.

Kritik yang disampaikan dengan catatan, data, dan niat memperbaiki justru dapat menjadi teman perjalanan bagi sebuah pemerintahan. Sebaliknya, pers juga perlu memiliki keberanian untuk mengabarkan keberhasilan pemerintah secara jujur.bJangan sampai karena terlalu sibuk mencari kekurangan, media lupa bahwa di banyak tempat terdapat aparatur yang bekerja sungguh-sungguh, ada program yang memberikan manfaat, dan ada masyarakat yang merasakan perubahan, tetapi jarang mendapatkan ruang pemberitaan. Itulah makna sinergi yang sebenarnya. 

Bukan pemerintah dan media harus selalu sepakat. Melainkan keduanya mampu menjalankan peran masing-masing dengan tetap membuka ruang dialog, kritik, koreksi, dan apresiasi demi kepentingan masyarakat.

Banten Bergerak, Harus Berdampak

Maka wajarlah jika HUT ke-26 Provinsi Banten tahun ini kita sambut dengan suka cita dan optimisme.

Tema ‘Banten Bergerak, Maju Berdampak’ membawa pesan kuat bahwa pembangunan tidak cukup hanya bergerak dalam dokumen, rapat, anggaran, dan seremoni. Pembangunan harus sampai pada sesuatu yang paling penting: manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Ada pesan menarik dari cara Pemerintah Provinsi Banten merayakan ulang tahun kali ini. Ucapan selamat diarahkan bukan dalam bentuk karangan bunga, melainkan pohon atau bibit tanaman. Rangkaian kegiatan juga didorong agar lebih sederhana dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kelihatannya sederhana. Tetapi justru di situlah pesannya terasa kuat. Karangan bunga mungkin indah selama beberapa hari.

Sementara pohon harus ditanam, dirawat, dan membutuhkan waktu untuk tumbuh. Begitu pula pembangunan. Manfaatnya kadang tidak langsung terlihat. Tetapi harus dipersiapkan untuk generasi berikutnya. Karena itu, patut kita sampaikan selamat kepada Pemerintah Provinsi Banten yang terus bergerak. Selamat pula kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang bersama-sama memikul tanggung jawab pembangunan di delapan wilayah Banten. Sebab membangun Banten memang tidak mungkin dikerjakan oleh satu tangan saja. Tentu semua pihak memahami bahwa pekerjaan rumah masih banyak.

Kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan, pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan berbagai persoalan sosial lainnya masih membutuhkan kerja yang panjang, konsisten, dan tidak boleh cepat merasa puas. Tetapi bukankah memang begitu wajah pembangunan? Hari ini satu persoalan selesai, besok muncul persoalan lain. Karena itu, ukuran pemerintahan yang baik bukanlah pemerintahan yang mengaku telah menyelesaikan semuanya. Melainkan pemerintahan yang mau mendengar, mau memperbaiki, dan tidak berhenti bekerja ketika menemukan kekurangan.

Menjaga Kepercayaan Pembaca

Radar Banten juga memiliki pekerjaan yang sama panjangnya. Teknologi boleh berubah. Cara masyarakat membaca berita boleh berubah. Model bisnis media boleh berubah. Tetapi kepercayaan pembaca harus tetap menjadi sesuatu yang dijaga dengan sungguh-sungguh. Sebab media bukan hanya perusahaan yang memproduksi berita.

Di balik satu berita yang disajikan, ada wartawan yang meliput, editor, fotografer, pekerja administrasi, pemasaran, percetakan, distribusi, keamanan, kebersihan, dan banyak keluarga yang kehidupannya ikut bergantung pada keberlangsungan ekosistem media. Lebih dari itu, media daerah adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Ia membantu pemerintah menyampaikan informasi. Membantu masyarakat menyampaikan aspirasi.

Membuka ruang diskusi. Mengawasi pelayanan publik. Sekaligus mengabarkan berbagai kabar baik yang tumbuh dari desa, sekolah, pasar, kampus, dunia usaha, komunitas, hingga ruang-ruang pemerintahan.

Maka, 26 tahun Radar Banten tidak hanya layak dirayakan oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya. Usia tersebut juga merupakan bagian dari perjalanan masyarakat Banten yang selama bertahun-tahun membaca beritanya, menghubungi wartawannya, memberikan kritik, menjadi narasumber, bahkan mungkin pernah kesal karena diberitakan dan pada kesempatan lain merasa terbantu karena keluhannya mendapat perhatian.

Begitulah hubungan media dengan masyarakat. Tidak selalu manis, tetapi selalu memiliki ruang untuk saling membutuhkan dan saling mengingatkan.

Begitu pula hubungan Radar Banten dengan pemerintah daerah. Sejak awal perjalanan Banten, media ini telah berada di ruang yang sama dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai kekuatan sosial lainnya. Maka wajar apabila hubungan tersebut terus berkembang dari waktu ke waktu.

Banten membangun pemerintahan, Radar Banten ikut merekamnya. Pemerintah Provinsi Banten menghadirkan kebijakan, Radar Banten ikut menjelaskannya kepada masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, media membuka ruang agar suara tersebut sampai kepada mereka yang memiliki kewenangan untuk menjawabnya. Kalau pemerintah melakukan sesuatu yang baik, tentu patut diberitakan. Kalau terdapat persoalan yang perlu diperbaiki, tentu patut disampaikan.Sebab kritik yang sehat bukan tanda permusuhan.

Kritik adalah bagian dari kepedulian terhadap daerah yang sama-sama kita cintai. Mungkin pada konteks itulah makna “ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak, menemukan tempatnya. Pemerintah, masyarakat, pers, dunia usaha, akademisi, dan berbagai kelompok sosial tidak harus berjalan dengan langkah yang sama.

Dua puluh enam tahun telah berlalu. Tetapi perjalanan Banten belum selesai. Masih ada jalan yang harus diperbaiki. Sekolah yang harus diperkuat. Pelayanan publik yang harus ditingkatkan. Lapangan pekerjaan yang harus dibuka. Lingkungan yang harus dijaga. Dan suara masyarakat yang harus terus didengar.

Radar Banten pun memiliki perjalanan yang belum selesai. Masih ada banyak cerita yang harus dicatat. Masih ada banyak suara yang harus diberi ruang. Masih ada banyak persoalan yang harus ditanyakan. Dan masih banyak kerja baik yang layak diberitakan. Sebab media bukan sekadar mencatat apa yang terjadi. Media juga ikut menjaga ingatan sebuah daerah.

Sekali lagi, selamat HUT ke-26 Provinsi Banten.

Tags: Catatan RedaksiHUT Banten ke-26Provinsi BantenRadar Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Next Post

Baru 24 Koperasi Kelurahan di Kota Serang yang Siap Beroperasi Bulan ini

Next Post
Koperasi Kelurahan Kota Serang

Baru 24 Koperasi Kelurahan di Kota Serang yang Siap Beroperasi Bulan ini

Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Kadispora Tangsel Mukroni mundur

Kadispora Tangsel Mukroni Mengundurkan Diri, H. Ika Ditunjuk Jadi Plt

Kamis, 1 Oktober 2026 13:33
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 10:28
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

JLS Cilegon

Cegah Kecelakaan Berulang, Titik Putar Balik di JLS Cilegon Ditutup Permanen

by Adam Fadillah
Jumat, 2 Oktober 2026 16:50
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon bakal menutup permanen sejumlah U-turn atau titik putar balik yang dinilai rawan kecelakaan di...

Rehab 147 Rumah Tidak Layak Huni Cilegon

147 Rumah Tidak Layak Huni di Cilegon Segera Direhab, Anggaran Rp 5 Miliar

by Adam Fadillah
Jumat, 2 Oktober 2026 16:45
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 147 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Cilegon segera direhabilitasi menggunakan anggaran sekitar Rp5 miliar...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.