SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang saat ini belum memiliki rapid test atau alat untuk mendeteksi penyakit influenza A. Hal ini membuat temuan kasus influenza A belum bisa dideteksi secara pasti.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya temuan kasus influenza A di wilayah Kabupaten Serang.
dr. Istianah mengakui, hingga saat ini pihaknya belum dibekali alat rapod test untuk memastikan penyakit yang diidapnya. “Untuk kasus influenza A atau yang lain itu kita belum memiliki alat untuk mengeceknya atau rapid test-nya kita belum ada. Jadi paling kita baru berdasarkan gejala-gejala klinis saja,” katanya, Selasa 20 Oktober 2026.
Menurutnya, sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) yang memantau laporan dari Puskesmas dan rumah sakit juga belum menangkap adanya alert kenaikan kasus influenza.
“Dari laporan teman-teman Puskesmas sih kita belum menangkap peningkatan kasus. Biasanya kalau peningkatan kasus kan ada alert-nya di sistem SKDR,” ujarnya.
dr. Istianah mengungkapkan, secara gejalan, influenza A mirip dengan flu biasa seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, biasanya untuk penyakit influenza A cenderung lebih panjang dibandingkan dengan dlu biasa.
“Kalau flu biasa itu 2 sampai 5 hari sudah recovery, kalau ini bisa lebih dari 1 minggu,” imbuhnya.
Ia menegaskan influenza termasuk penyakit menular. Virus influenza sendiri memiliki banyak jenis, salah satunya yang menjadi trending topic saat ini adalah Flu A. Ia menjelaskan dampak terburuk dari influenza adalah komplikasi pneumonia atau radang paru-paru.
“Komplikasi yang paling sering adalah terjadinya radang paru-paru, sesak napas sehingga kadang-kadang butuh bantuan napas pakai alat ventilator,” ujarnya.
Selain itu, virus juga bisa menyebar ke organ lain, termasuk ke otak yang menyebabkan meningitis ataupun ensefalitis.
Meski bisa menyerang semua usia, kelompok rentan paling berisiko adalah bayi, balita, lansia, serta orang dengan komorbid seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Terkait isu gejala yang mirip Covid-19, pihaknya tidak bisa memastikan tanpa pemeriksaan laboratorium.
“Harus ada bukti di rapid test ya, ternyata positif Covid baru kita bisa menyampaikan itu apakah Covid, flu A, flu B atau flu yang lain,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












