SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan program Satu Kecamatan Satu Dokter yang ditargetkan mulai dilanjutkan pada 2027.
Program ini menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Pemkot Serang telah merealisasikan program seragam sekolah gratis dan menyiapkan program beasiswa Satu Kelurahan Satu Sarjana.
“Alhamdulillah, seragam gratis baru kita jalankan. Insyaallah untuk program Satu Kelurahan Satu Sarjana juga tahun ini akan kita laksanakan, dan tahun depan dilanjutkan dengan target Satu Kecamatan Satu Dokter,” kata Budi, Senin, 26 Oktober 2026.
Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkot Serang telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendukung pelaksanaan program, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kedokteran.
Budi menuturkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan dukungan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah perlu membuka kesempatan bagi warga agar dapat melanjutkan pendidikan dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Hal tersebut juga menjadi salah satu latar belakang peluncuran program Serang Cerdas di Hotel Horison Ultima Ratu. Melalui program ini, Pemkot Serang menargetkan 67 warga menerima beasiswa Satu Kelurahan Satu Sarjana berdasarkan domisili masing-masing.
Budi meminta perangkat daerah terkait lebih aktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan dukungan pendidikan, terutama anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Pastikan pemerintah hadir memfasilitasi anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu agar mereka bisa meraih cita-citanya hingga menjadi sarjana dan dokter,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah agar program pendidikan dapat menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria.
“Kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, yang nanti dikoordinir oleh Dinas Kominfo, jangan menunggu bola, tapi mengejar bola,” tegasnya.
Editor: Abdul Rozak












