SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Banten tidak hanya dipengaruhi kebutuhan masyarakat setempat.
Posisi Banten sebagai penghubung jalur Sumatra-Jawa turut meningkatkan kebutuhan BBM, terutama dari kendaraan angkutan barang yang melintas dan mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten Ari James Faraddy mengatakan, kendaraan angkutan barang dari Sumatra kerap mengisi BBM di Banten sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Jawa. Hal serupa terjadi pada kendaraan yang hendak menyeberang menuju Sumatra.
Menurut Ari, pola konsumsi tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam menentukan alokasi kuota BBM bagi Banten. Sebab, kuota yang tersedia juga harus mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Ini kan menjadi permasalahan karena kuota kita kan untuk masyarakat Banten. Nah, kita berkirim surat kemarin untuk menyampaikan bahwa permasalahannya seperti ini dan mereka akan merapatkan, mudah-mudahan minggu depan sudah ada solusinya terkait dengan APBPMP perubahan,” ujar Ari, Senin 26 Oktober 2026.
Pemprov Banten telah menyampaikan persoalan tersebut melalui surat kepada pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan solusi terkait penyesuaian kuota BBM.
Di sisi lain, Pemprov Banten juga mengantisipasi gangguan pasokan yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sekitar dua pekan lalu.
Ari menegaskan, kondisi SPBU yang kehabisan BBM tidak selalu menandakan stok BBM di wilayah Banten mengalami kekurangan. Gangguan distribusi juga dapat menyebabkan pasokan di SPBU tidak tersedia untuk sementara waktu.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Pemprov Banten berkoordinasi dengan PT Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).
Pemprov juga membuka layanan pengaduan selama 24 jam agar laporan masyarakat mengenai gangguan pasokan BBM dapat segera ditindaklanjuti.
Ari mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan petugas siap merespons apabila kembali terjadi kelangkaan BBM di SPBU.
“Jadi sekarang tuh semuanya sedang standby untuk mengatasi apabila ada kelangkaan. Dan alhamdulillah sampai saat ini saya belum ada laporan lagi. Mudah-mudahan enggak ada,” kata Ari.
Pemprov Banten berharap koordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, dan pemerintah pusat dapat membantu menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Editor: Abdul Rozak












