PADARINCANG – Warga Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, mulai sadar bahwa sungai bukan tempat untuk membuang sampah. Warga menyadari akibatnya. Kemarin pagi (11/7), mereka bergotong royong membersihkan aliran Sungai Cikalumpang di kampungnya.
Ada sekira 250 warga yang dikerahkan Kepala Desa Citasuk untuk bergotong royong memungut sampah yang menghambat aliran air Sungai Cikalumpang. Ilalang dan semak belukar di bantaran sungai juga dibersihkan.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mencegah banjir. Desa Citasuk menjadi daerah langganan banjir akibat luapan sungai yang mengalir ke Rawa Danau itu.
Menurut Bintara Pembina Desa (Babinsa) Citasuk, Koramil Padarincang, Sersan Dua (Serda) Denny Rahmatullah, bersih-bersih Sungai Cikalumpang itu dihadiri unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, pimpinan kecamatan, dan pemerintah desa. Warga juga dibantu anggota TNI dan kepolisian.
“Banjir di Padarincang selalu akibat luapan Sungai Cikalumpang. Aliran air sungai tersumbat sampah, ranting, dan batang pohon. Makanya, harus rutin dibersihkan untuk mencegah banjir,” katanya.
Denny mengatakan, ada tiga perkampungan yang menjadi langganan banjir luapan Sungai Cikalumpang. Yakni, Kampung Sukamaju di Desa Citasuk, Kampung Ciseke di Desa Batukuwung, dan Kampung Dahu di Desa Cipayung. “Kalau hujan deras, Sungai Cikalumpang meluap dan merendam ratusan rumah di tiga wilayah itu,” ujarnya.
Senada disampaikan Camat Padarincang Gunawan. Bersih-bersih Sungai Cikalumpang ini bentuk kepedulian warga mengantisipasi banjir. Gotong royong warga itu bukan kali pertama dilakukan.
“Kita sering bergotong royong dengan warga membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di Sungai Cikalumpang sambil botram (makan bersama-red). Makanya, alhamdulillah, akhir-akhir ini sudah enggak pernah banjir lagi,” kata Gunawan. (Nizar S/RBG)









